WHO: Dampak Perang Gaza Berdampak pada Sistem Kesehatan Negara Tetangga

Kamis, 06 Jun 2024, 00:01 WIB

JENEWA -Organisasi Kesehatan Dunia atauWorld Health Organization (WHO), pada Selasa (4/6), mengatakan, sistem layanan kesehatan di negara-negara tetangga merasakan tekanan ketika ribuan pasien kritis dari Jalur Gaza dievakuasi untuk mendapatkan perawatan karena cedera dan penyakit yang kompleks.

"Efek riak yang terjadi di Mesir, Lebanon, Suriah sebagai tetangga dekat OPT (occupied Palestinian territories/wilayah pendudukan Palestina) sangat signifikan," kata Hanan Balkhy, direktur regional WHO untuk Mediterania Timur.

Ket. Foto: Pasien Palestina tiba di Rafah setelah mereka dievakuasi dari rumah sakit Nasser di Khan Younis akibat operasi darat Israel, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Jalur Gaza selatan, 15 Februari 2024. — Sumber: istimewa

Dikutip dari The Straits Times, badan global tersebut melaporkan, kurang dari separuh dari 36 rumah sakit di Gaza masih berfungsi sebagian pada tanggal 30 Mei, karena sebagian besar infrastruktur medis telah hancur akibat serangan Israel yang telah berlangsung selama delapan bulan.

"Mesir telah menampung sejumlah besar pasien, namun kebutuhannya berkisar antara minimal 7.000 hingga lebih dari 11.000 pasien yang memerlukan evakuasi, perawatan, dan dukungan," katanya dalam jumpa pers dengan para jurnalis.

"Dan mereka memerlukannya di rumah sakit khusus."

Balkhy menjelaskan, hal ini menyebabkan tekanan pada sistem kesehatan yang sudah rapuh di negara-negara tetangga.

"Ini tidak seperti menjahit luka yang terkoyak," tambahnya, mengacu pada luka yang biasa dialami pasien dari Gaza.

"Anda berbicara tentang patah tulang gabungan, patah tulang tengkorak, patah tulang paha gabungan, pecahnya organ visceral. Sangat sulit untuk menemukan dan dengan cepat mengangkut pasien untuk mendapatkan perawatan seperti itu."

Menurut WHO, tidak ada evakuasi medis yang dilakukan sejak 7 Mei, setelah Israel menguasai penyeberangan Rafah.

Penutupan penyeberangan di selatan Jalur Gaza juga berdampak signifikan terhadap kemampuan WHO untuk mengirimkan pasokan medis penting ke wilayah tersebut.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.