Berpotensi Menguat Terbatas

Rabu, 05 Jun 2024, 08:28 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi dalam perdagangan tengah pekan ini meskipun bersifat terbatas. Fokus pelaku pasar masih tertuju kepada perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sejumlah faktor seperti sikap investor menantikan data pekerjaan Amerika Serikat (AS), fluktuasi harga komoditas serta nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Karenanya, Herditya memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Rabu (5/6), bergerak cenderung terkoreksi terbatas dengan support di posisi 7.036 dan resistance di level 7.171.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/6) sore, ditutup menguat dipimpin oleh saham- saham sektor barang konsumen nonprimer. IHSG ditutup menguat 63,12 poin atau 0,90 persen ke posisi 7.099,31, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,51 poin atau 0,85 persen ke posisi 895,79.

"Sektor manufaktur memang sedang mengalami pukulan keras dari kenaikan suku bunga, yang di maksudkan untuk mengendalikan inflasi," sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.

Sub-Indeks Manufacturing New Orders turun ke level 45.4, atau terendah dalam setahun terakhir dari level 49,1 pada April 2024 dan jauh di bawah estimasi pasar sebesar 49,4, sedangkan Sub-Indeks Manufacturing Prices Paid turun ke level 57,0 dari sebelumnya level 60,9, atau berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 60,0.

Selain itu, data Construction Spending memperlihatkan belanja konstruksi di Amerika Serikat (AS) turun 0,1 persen month to month (mtm) pada April 2024, menyusul penurunan sebesar 0.2 persen (mtm) pada bulan sebelumnya dan bertolak belakang dengan ekspektasi pasar yang naik 0,2 persen.

Dari pasar obligasi, imbal hasil (yield) juga bergerak turun dengan yield surat utang pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun anjlok sekitar 11 basis poin (bps) menjadi 4,40 persen, atau terendah dalam dua pekan.

Sementara itu, yield US Treasury Note bertenor 2 Tahun turun hampir 8 bps menjadi 4.81 persen karena investor memperdebatkan arah pergerakan suku bunga.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Kekeringan Melanda Pamekasan, Anggota DPR Turun Tangan Bantu Sumur Bor

No Paradise If You Are Killed by a Woman: Misi Sniper Perempuan Kurdi Tembus Pusat Kekuasaan ISIS Demi Selamatkan Adiknya, Tayang Perdana Festival Film Venice

Gerakan Pangan Murah Digelar Serentak di Sumut, Harga Beras hingga Daging Dijamin Terjangkau

Tak Biasa! Bukan Emas, Mahar Pernikahan Ini Berupa Bantuan Air Bersih

Banjir Bandang Nepal Terjang Permukiman, Ratusan Orang Masih Hilang

Progres Seksi 1 Tol Yogyakarta-Bawen Capai Lebih dari 90 Persen

Formula 1: Mercedes Dapat Upgrade Mesin, Red Bull Justru Tak Kebagian

Chelsea Melaju ke Babak Tiga Carabao Cup Usai Taklukkan Luton Town 2-0

Kabar Baik untuk PSS Sleman! Perkembangan Pemain Jelang Musim 2026/2027 Makin Menjanjikan

Jaga Harga Bahan Pangan Stabil, Pemprov Sumut Inisiasi Gerakan Pangan Murah Serentak

Anda Wajib Tahu! Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Motor Brebet saat Digas

Apa Saja yang Rusak? Polda Metro Jaya Inventarisasi Dampak Demo di Depan DPR

Pemkab Bogor Gulirkan Koperasi Inspiratif untuk Jadi Mentor Koperasi Lain

Massa Masih Bertahan di Slipi hingga Dini Hari, Setelah Aksi di Sekitar Gedung DPR, Ada Apa?

Hasil Undian Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona dan Manchester City

Massa Demonstrasi Masih Berkerumun di Sekitar Slipi hingga Jumat (28/8) Dini Hari Tadi

Hasil Liga Spanyol: Barcelona Puncaki Klasemen Usai Taklukkan Athletic Club 2-0

DPR Dorong Revisi UU Kadin Tegaskan Batas Kewenangan agar Tak Ambil Peran Negara

Aktivitas Jual Beli di Pasar Tradisional Manggarai Kembali Bergeliat

Muka Air Waduk Wonorejo Turun 5,7 Meter Akibat Musim Kemarau

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.