Korsel Batalkan Kesepakatan Militer Antar-Korea

Selasa, 04 Jun 2024, 02:45 WIB

SEOUL - Korea Selatan (Korsel) akan sepenuhnya menangguhkan perjanjian militer yang dibuat pada 2018 untuk mengurangi ketegangan dengan Korea Utara (Korut), kata Dewan Keamanan Nasional (NSC) Korsel pada Senin (3/6). Pernyataan Seoul itu dilontarkan setelah Pyongyang mengirim ratusan balon berisi sampah melintasi perbatasan.

Seoul menangguhkan sebagian perjanjian tersebut tahun lalu setelah Korut menempatkan satelit mata-mata ke orbit, namun NSC mengatakan pihaknya akan memberitahu kabinet untuk menangguhkan seluruh Perjanjian Militer 19 September hingga rasa saling percaya antara kedua Korea pulih.

Ket. Foto: Provokasi Balon l Sebuah balon udara mendarat di sebuah jalan di Provinsi Chungnam, Korsel, pada 28 Mei lalu. — Sumber: AFP/South Korean Defence Ministry

Dalam sepekan terakhir, Pyongyang telah mengirim hampir seribu balon yang membawa sampah termasuk puntung rokok dan kemungkinan kotoran ke Korsel, sebagai tindakan pembalasan atas surat-surat yang memuat propaganda antirezim yang diorganisir oleh para aktivis di Korsel.

Korsel menyebut provokasi terbaru dari negara tetangganya itu "tidak rasional" dan "kelas rendah" namun, tidak seperti serentetan peluncuran misil balistik baru-baru ini, kampanye sampah tersebut tidak melanggar sanksi PBB terhadap pemerintahan Kim Jong-un yang terisolasi.

Korut pada Minggu (2/6) membatalkan pengiriman balon dengan mengatakan bahwa hal itu merupakan tindakan balasan yang efektif, namun memperingatkan bahwa pengiriman balon lebih lanjut mungkin akan dilakukan jika diperlukan.

Deklarasi Pengabaian

Kesepakatan militer tahun 2018, yang ditandatangani pada periode hubungan hangat antara kedua negara yang secara teknis masih berperang, bertujuan untuk mengurangi ketegangan di semenanjung dan menghindari eskalasi yang tidak disengaja, terutama di sepanjang perbatasan yang dijaga ketat.

Namun setelah Seoul menangguhkan sebagian perjanjian tersebut pada November tahun lalu untuk memprotes keberhasilan peluncuran satelit mata-mata Pyongyang, Korut mengatakan bahwa pihaknya tidak akan lagi menghormati perjanjian tersebut.

Akibatnya, NSC Korsel mengatakan bahwa perjanjian tersebut hampir tidak berlaku lagi karena deklarasi pengabaiande factooleh Korut, namun mematuhi perjanjian lainnya akan merugikan Korsel dalam hal kemampuan mereka untuk menanggapi ancaman seperti balon.

"Penghormatan terhadap perjanjian tersebut menyebabkan masalah signifikan dalam postur kesiapan militer kita, terutama dalam konteks serangkaian provokasi baru-baru ini oleh Korut yang menimbulkan kerusakan dan ancaman nyata terhadap warga negara kita," kata NSC.

"Langkah tersebut akan memungkinkan pelatihan militer di daerah sekitar garis demarkasi militer dan juga memungkinkan tanggapan yang lebih memadai dan segera terhadap provokasi Korut," imbuh dewan itu.

Saat ini keputusan tersebut perlu disetujui oleh rapat kabinet yang dijadwalkan pada Selasa (4/6) sebelum berlaku efektif. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.