Sejahterakan Petani, Akademisi Unhas Dukung Penjabat Gubernur Sulbar Kembangkan Pisang Cavendish

Selasa, 28 Mei 2024, 00:58 WIB

Mamuju - Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mendukung upaya Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Bahtiar Baharuddin dalam mengembangkan komoditi pisang Cavendish.

"Kami mendukung upaya dan kebijakan Pj Gubernur Sulbar dalam mengembangkan komoditi pisang Cavendish dan Sukun karena akan meningkatkan ekonomi daerah," kata Syarkawi, salah satu dosen Fakultas Ekonomi Unhas, di Mamuju, Senin.

Ia mengatakan komoditi pisang dan sukun sangat cocok dengan iklim dan lahan pertanian di Sulbar, sehingga komoditi tersebut diyakini akan membawa kemajuan di sektor pertanian dankesejahteraan petani.

"Dulunya sukun tanaman yang paling banyak di Sulbar, namun kini perlahan menghilang, sehingga jika dibangkitkan kembali, maka itu sangat tepat, karena dulunya memang sudah pernah menjadi tanaman primadona di Sulbar," kata Syarkawiyang juga mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau (KPPU) Republik Indonesia.

Demikian pula komoditi pisang yang sangat tepat dikembangkan di Subar karena komoditi tersebut pasarnya sangat jelas dan menjadi komoditi ekspor

Syarkawi mengatakan Pemprov Sulbar dapat bekerja sama dengan perusahaan PT Lulu Hypermart dalam rangka memasarkan produk pisang ke negara Timur Tengah yang permintaan komoditi pisang cukup tinggi.

Ia juga menyampaikan bahwa komoditi pisang sangat familiar dengan masyarakat Sulbar sehingga masyarakat diharapkan dapat mengembangkan pisang Cavendish tersebut.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin mengatakan Pemprov Sulbar segera menyusun rencana pengembangan komoditi pisang Cavendish seperti yang telah dilakukan di Kecamatan Mare Kabupaten Bone.

Komoditi pisang Cavendish cukup mahal yakni sekitar Rp27 ribu untuk tiga biji pisang sehingga akan meningkatkan kesejahteraan petani Sulbar jika mengembangkannya.

"Negara ini hanya mampu memenuhi sekitar 35 persen kebutuhan pisang dari 65 negara di Dunia, sehingga peluang pemasaran komoditi pisang sangat jelas dan menjanjikan untuk mengembangkannya di Sulbar," ujar Bahtiar.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.