Bisnis Ikan Hias atau Koi Semakin Prospektif, RI Perlu Tingkatkan Kualitas
Selasa, 28 Mei 2024, 18:31 WIBJAKARTA - Indonesia perlu meningkatkan kualitas ikan hias atau khususnya koi agar bisa bersaing dengan negara negara luar, baik untuk pasar domestik maupun pasar luar negeri.
Sugiarto Budiono Ketua (Owner) Jakarta Koi Center, mengatakan bisnis ikan hias di Indonesia sangatlah prospektif. Itu ditandai dengan semakin banyaknya negara luar yang masuk mengincar pasar RI.
"Sebagai contoh kata di ikan hias jenis koi saja, selain Jepang, Tiongkok dan Vietnam juga sudah pingin masuk menggarap pasar RI," paparnya dalam acara Launching Indonesian Japan Koi Dealer Keeping Contest 2024 di Senayan Park, Jakarta, Selasa (28/5).
Hal lain yang menandakan prospek bisnis ikan koi atau hias di tanah air itu cerah karena setiap tahun bisa digelar lebih dari 40 kontest khusus terkait ikan koi. Intensitas kontest di RI bahkan melebihi Jepang yang merupakan eksportir ikan hias terbesar global atau mengalahkan Indonesia di urutan kedua.
"Bahkan kontest itu bisa sekali setiap minggu, dan digelar tidak hanya di Jakarta saja tetapi juga di kota kota lain dan animo masyarakat di semua kota itu tinggi," paparnya.
Hanya menurut Sugiarto, ikan koi produksi lokal masih kalah dari sisi kualitas termasuk ukurannya. Ini yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah ke depannya agar kita bersaing dengan Jepang di pasar ikan hias global.
Diketahui, guna mempertahankan persahabatan di antara Indonesia dan Jepang sebagai negara yang sama-sama melestarikan ikan Koi sebagai hobi, dan juga untuk bersaing secara 'fair', diadakanlah lelang di antara para dealers KOI, tahun ini diselenggarakan kembali Indonesia Japan KOI Dealers (IJKD)- Keeping Contest (KC) 2024.
Menurut Ketua Pelaksana IJKD KC 2024 yang juga pengurus Yayasan Ikan KOI Indonesia Albertus Rinanto (Anto Jawir) dalam Launching IJKD KC 2024 di Jakarta, Selasa (28/5), even dengan uang kejuaraan ratusan juta rupiah ini merupakan rangkaian penyelenggaraan dari even sebelumnya yang biasanya digelar setiap setahun sekali.
IJKD Keeping Contest merupakan satu kontes pelelangan ikan KOI yang khusus diselenggarakan setiap satu tahun sekali, dan merupakan kontes pelelangan yang "berbeda" secara spesifik dengan kontes KOI sejenis lainnya karena ikan yang di lelang akan mengikuti proses keeping contest (lomba memelihara) ikan koi oleh masing-masing pembeli dan akan di juri hasil keepingnya pada saat nanti penjurian dibulan februari 2025.
Targetnya di tahun 2024 ini dari 22 dealer yang berkompetisi, maka akan dapat terpilih KOI-KOI berkualitas terbaik, terutama juga karena yang dikompetisikan dalam Liga ini adalah KOI kualitas impor dari Jepang, jenis Gosanke (Kohaku, Taisho Sanshoku, Showa Sanshoku).
Para pehobi KOI diharapkan mampu memperoleh KOI yang muncul sebagai para pemenang kompetisi sehingga tantangan yang dihadapi akan cukup besar. Dan juga ini kesempatan para penghoby juga untuk bisa belajar memelihara ikan koi dan juga ada uang pembinaan yang nilainya sangat menarik.
Presiden KOI Owner Indonesia Society (KOI'S) Slamet Kurniawan menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kegiatan yang didukung oleh pihak Kedutaan Besar Jepang di Jakarta ini. Sebagai organisasi yang mewadahi para penggemar (hobi) ikan KOI secara inklusif, lembaga ini menampung para anggotanya dari Sabang sampai Merauke.
"Itu sebabnya kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan Indonesian Japan Koi Dealer Keeping Contest ini sehingga pada akhirnya para end user mampu memperoleh KOI berkualitas melalui proses lelang kompetisi yang fair dan sesuai harapan," ujarnya.
Di sisi lain Ketua Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) Santoso mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Dirinya menyampaikan harapannya agar dari kompetisi para dealer ini nantinya dihasilkan lelang KOI unggulan yang mampu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu menampilkan "Duta KOI" baik di pasar dalam negeri maupun di tingkat internasional.
Dalam industri pengembangan ikan KOI secara umum, liga kontes IJKD berperan penting sebagai salah satu indikator kualitas ikan koi yang baik.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.