Pemprov Banten Ajak Petani Percepat Gerakan Tanam

Senin, 27 Mei 2024, 04:00 WIB

LEBAK - Pemerintah Provinsi Banten mengajak petani mempercepat gerakan tanam padi guna mendukung produksi pangan nasional sesuai arahan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

"Kita berharap dengan percepatan gerakan tanam padi bulan Mei 2024 maka Agustus mendatang memasuki panen raya," kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus Tauchid, di Lebak, Minggu (26/5).

Ket. Foto: Arsip - Petani membajak sawah di Pandeglang, Banten, Kamis (3/3). — Sumber: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

Percepatan gerakan tanam merupakan kebijakan Kementerian Pertanian untuk menggenjot produksi pangan melalui irigasi dan pompanisasi sehingga dapat memenuhi ketersediaan pasokan air.

Pemerintah Provinsi Banten kini gencar mengajak kelompok tani (koptan) maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) desa agar melakukan percepatan gerakan tanam.

Sebab, Kementan mengoptimalkan jaringan irigasi dan bantuan penyediaan pompanisasi untuk mendukung produksi pangan.

Selama ini, Provinsi Banten masuk kategori keempat terbesar produksi pangan di Pulau Jawa setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat atau kedelapan tingkat nasional.

Kunci keberhasilan produksi pangan keempat terbesar di Pulau Jawa karena sepanjang waktu tersedia pasokan air dari sumber mata air permukaan.

Selama ini juga sumber air permukaan, seperti aliran Sungai Ciujung dan sungai besar lainnya di Banten tak pernah surut maupun kekeringan.

Selain itu juga di dataran bisa digunakan dengan pompanisasi dan cukup dangkal hingga banyak mengeluarkan air, di antaranya petani Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak itu.

Dengan demikian, pertanian pangan di Banten tentu tidak mengandalkan hanya dari saluran irigasi dan bendungan karena dipastikan tidak terjangkau.

Dia mengatakan hari ini ada dua kegiatan, yaitu irigasi pompanisasi dengan memberikan bantuan kepada satu kelompok tani dengan 4 inci juga pipa, sedangkan kegiatan kedua pompanisasi secara swadaya atau mandiri yang dilakukan koptan. Namun, jika mereka masih kekurangan pompanisasi maka tentu akan dibantu kembali.

"Pada intinya, Banten yang berdekatan dengan DKI Jakarta harus mampu memberikan kontribusi pangan nasional," kata Agus Tauchid.

Agus Tauchid menyatakan produksi pangan daerah itu peringkat delapan se-Indonesia, dan yang menjadi kuncinya karena selalu tersedia air sepanjang musim.

Menurut dia, Provinsi Banten masuk delapan besar setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Medan, dan Lampung. Adapun produksi pangan di Pulau Jawa bahwa Provinsi Banten masuk empat besar.

Panen Raya

Sementara itu, Kepala bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, mengatakan pihaknya menargetkan 10.000 hektare pada Mei 2024 dilakukan gerakan percepatan tanam guna mendukung peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani di daerah itu.

Selain itu juga, jika petani jika sudah panen raya dengan waktu maksimal 14 hari bisa kembali melaksanakan gerakan percepatan tanam. Mereka untuk mempercepat masa panen bisa menggunakan benih padi super genjah dengan umur 75 sampai 80 hari sudah panen.

Redaktur: andes

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.