ADB Desak Ada Tindakan Kolektif untuk Pendanaan Proyek Air

Kamis, 23 Mei 2024, 04:00 WIB

Badung - Tindakan kolektif dari para pengambil keputusan diperlukan untuk meningkatkan pendanaan bagi proyek-proyek air, kata pejabat Bank Pembangunan Asia (ADB) di Bali pada Rabu.

Pada sesi panel tingkat tinggi World Water Forum ke-10 di Badung, Bali, Direktur Pembangunan Air dan Perkotaan ADB Neeta Pokhrel mengatakan bahwa pendanaan proyek air bisa diperoleh jika ada tata kelola air yang tepat.

"Namun, apakah kita semua yang ada di ruangan ini-pemerintah, berbagai lembaga keuangan internasional, badan PBB, mitra bilateral, dan LSM-memiliki kejelasan kolektif dalam mencapai target tersebut," kata Pokhrel.

Menurut dia, pertanyaan itu sangat penting untuk diajukan dan tindakan kolektif harus diambil.

Berhenti membicarakan pendanaan air dan mengesampingkan sektor swasta dalam mewujudkan pendanaan air merupakan tindakan yang harus dievaluasi, katanya.

Pokhrel menekankan bahwa pendanaan untuk air sangat mendesak untuk disepakati karena perubahan iklim mulai intens dan dialami oleh banyak negara.

Aksi untuk menyelamatkan bumi tidak banyak lagi, katanya, seraya mencontohkan sekolah di Kamboja yang terpaksa ditutup akibat gelombang panas.

Dia mengatakan bahwa pihaknya berhasil menambah pendanaan sebesar 100 miliar dolar AS (sekitar Rp1.600,5 triliun) untuk 10 tahun ke depan.

ADB berkomitmen untuk menyediakan pendanaan hingga 360 miliar dolar AS (sekitar Rp5.761,8 triliun) kepada negara-negara berkembang dan sektor swasta untuk satu dekade berikutnya.

"Proyek yang kami danai setiap tahunnya hampir mencapai 3 miliar dolar AS (Rp48 triliun). Kami ingin meningkatkannya 10 kali lipat," kata Pokhrel.

Kendati demikian, dia mengakui bahwa ADB belum menemukan proyek utilitas dan air yang siap untuk diinvestasikan.

"Saya ulangi, kami tidak mempunyai banyak utilitas dan proyek yang dapat diinvestasikan untuk dijalankan. Jadi, bantu kami. Berikan ide-ide bagus kepada kami," kata dia.

ADB juga mendesak dilakukannya aksi untuk membangun kapasitas melalui pengelolaan utilitas dan air yang direalisasikan berdasarkan data, rencana investasi, dan kesiapan proyek.

"Banyak pekerjaan di hulu. Dialog di hulu perlu dilakukan untuk mewujudkan kesiapan itu. Ada sekumpulan utilitas dan proyek yang dapat diinvestasikan, dan itu membutuhkan pendanaan yang kuat," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.