Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemimpin Negara Sahabat Sudah Tiba di Bali untuk World Water Forum ke-10

📅 Minggu, 19 Mei 2024, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemimpin Negara Sahabat Sudah Tiba di Bali untuk World Water Forum ke-10 Doc: ANTARA/Media Center World Water Forum 2024/Nova Wa
Ket. Wakil Perdana Menteri Papua Nugini John Rosso (tengah) berjalan setibanya di terminal VVIP I Bandara I Gusti Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Bail, Sabtu (18/5/2024).

Badung - Sejumlah pemimpin negara sahabat yang akan menghadiri World Water Forum (Forum Air Dunia/WWF) ke-10 telah tiba di Bali pada Sabtu.

Berdasarkan pernyataan yang diterima di Badung, Sabtu, Wakil Perdana Menteri Papua Nugini John Rosso dan mantan Presiden Hongaria Janos Ader tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pukul 8.25 WITA.

Pada pukul 17.20 WITA, Perdana Menteri Tajikistan Kokhir Rasulzoda menyusul tiba di Bali.

Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe kemudian tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pukul 18.25 WITA, dan Presiden Fiji Wiliame Katonivere tiba pukul 20.50 WITA.

Kedatangan para tamu negara disambut oleh Pasukan Kehormatan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan pejabat teras Kementerian Perhubungan.

Para pemimpin negara sahabat juga disuguhi penampilan Tari Sekar Jagat yang dipersembahkan oleh para penari Bali saat baru tiba. Tarian pembukaan atau penyambutan dalam suatu acara formal tersebut menggambarkan kegembiraan menyambut tamu yang hadir.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan WWF Ke-10 dijadwalkan dihadiri sebanyak delapan kepala negara dari Timor Leste, Fiji, Tajikistan, Sri Lanka, Hungaria, Maroko, dan Indonesia selaku tuan rumah.

Selain itu, juga dijadwalkan menghadiri World Water Forum ke-10 sebanyak 105 menteri dari 132 negara dan organisasi internasional, dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 46 ribu orang.

World Water Forum ke-10 mengusung tema besar "Water for Shared Prosperity". Forum ini akan menghasilkan deklarasi tingkat menteri sebagai keluaran utama, yang disertai dengan kompendium atauconcrete deliverables(aksi konkret).

Agenda internasional tersebut fokus membahas empat hal, yakni konservasi air(water conservation),air bersih dan sanitasi(clean water and sanitation), ketahanan pangan dan energi(food and energy security), serta mitigasi bencana alam(mitigation of natural disasters).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.