Filosofi Kurikulum Merdeka Selaras Kurikulum Global

Sabtu, 18 Mei 2024, 03:13 WIB

JAKARTA -

Senior Director Putera Sampoerna Foundation (PSF), Elan Merdy, mengatakan filosofi Kurikulum Merdeka selaras dengan Kurikulum Global. Dengan demikian, sinergi keduanya dalam pembelajaran tidak akan sulit dilakukan.

Ket. Foto: Senior Director Putera Sampoerna Foundation (PSF), Elan Merdy, dalam acara Kejar Pijar, di Jakarta, Jumat (17/5). — Sumber: Koran Jakarta/M.Ma'ruf

"Penerapannya tidak sulit. Malah ada kelebihan di kurikulum merdeka dan ada ruang kosong di kurikulum asing," ujar Elan, dalam acara Kejar Pijar, di Jakarta, Jumat (17/5).

Dia menerangkan, pihaknya telah mencoba menyinergikan kedua kurikulum tersebut. Hal tersebut dilakukan tanpa melupakan akar budaya Indonesia.

Elan melanjutkan, Kurikulum Merdeka memiliki kekuatan yang baik dalam membentuk pelajar yang percaya pada Tuhan, bergotong royong, mandiri, memiliki kreativitas, dan baik dalam berpikir kritis. Menurut dia, hal tersebut sangat relevan dengan berjalannya kurikulum asing. "Filosofinya sama, namun kita melihat lagi cara mengajarnya, ini yang kita terapkan pembelajaran yang berdeferensiasi," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Temu Ismail menambahkan, Kurikulum Merdeka dan kurikulum internasional memang sejalan. Dan apa yang dilakukan PSF kata dia sudah sangat baik.

"Yang dilakukan PSF inline dengan apa yang menjadi visi misi Kurikulum Merdeka. Hal Ini menjadi motor dan praktik baik yang mungkin bisa kita dorong untuk sekolah-sekolah yang khususnya menggunakan Kurikulum Merdeka itu bisa mencontoh atau mengadopsi program pembelajarannya," katanya.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Kemendikbudristek, Aswin Wihdiyanto, menyampaikan salah satu bagian penting penerapan Kurikulum Merdeka adalah semangat berbagi refleksi dan praktik baik dari sesama pendidik, murid dan orang tua. Pihaknya akan mengadakan Festival Kurikulum Merdeka untuk memfasilitasi hal tersebut.

"Festival ini merupakan ruang belajar dan berbagi sebagai sumber semangat dan inspirasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan selangkah demi selangkah," ucapnya.

Dia menambahkan, Festival Kurikulum Merdeka 2024 dilaksanakan mulai April hingga Juni 2024. Festival Kurikulum Merdeka menjadi momentum penting di mana berbagai komunitas hadir untuk membuka peluang kerja sama yang luas dalam mencapai tujuan tersebut.

"Kami mengundang semua pihak yang memiliki kepentingan dalam pendidikan, termasuk para pegiat pendidikan, orang tua, dan murid untuk bersatu dalam upaya menciptakan pembelajaran berkualitas bagi semua melalui Kurikulum Merdeka," tuturnya.

ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.