Investor Waspadai FFR Tinggi dan Gejolak Global
Jumat, 17 Mei 2024, 11:11 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah jelang akhir pekan ini. Pergerakan rupiah masih dibayang-bayangi aksi investor meninggalkan aset berisiko, termasuk rupiah, akibat spekulasi soal kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed.
Analis Pasar Keuangan Octa Trader, Kar Yong Ang melihat suku bunga acuan the Fed (FFR) yang masih di level tinggi mendorong investor dalam mode risk off. Selain itu, sentimen lain mempengaruhi pelemahan rupiah adalah faktor tekanan ekonomi global dan kondisi geopolitik yang sedang memanas.
Karenanya, Kar Yong memperkirakan kurs rupiah berpotensi berbalik melemah hingga menembus kembali level 16.000 rupiah per dollar AS. Dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (17/5), bergerak kembali ke kisaran 16.000-16.284 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan, Kamis (16/5), ditutup menguat 104 poin atau 0,65 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.924 rupiah per dollar AS. Penguatan dipengaruhi oleh penurunan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS) April 2024.
"Rupiah menguat terhadap dollar AS dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu perlemahan data-data ekonomi dan inflasi AS yang rilis tadi malam dan proyeksi peningkatan klaim pengangguran AS sehingga menambah optimisme pasar terhadap proyeksi penurunan suku bunga di bulan September," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Spanyol Wajibkan Verifikasi Usia Ketat untuk Blokir Akses Medsos pada Anak
-
Formula 1: Verstappen Kritik Teknologi Mobil F1 Terbaru, Rasanya Seperti Game Balap
-
BEI Catat 3.040 Sanksi, Ratusan Emiten Kena Semprit
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Wilayah DKI Jakarta Akan Diguyur Hujan pada Selasa (24/2) Sore
-
Periode Pascalebaran, PELNI Berikan Diskon Tarif 20% untuk Muatan Kontainer
-
Papua Siap Bangun Industri Kelautan, Lebih dari 100 Kampung Nelayan Sudah Siap Diverifikasi
-
Antisipasi Arus Puncak, Rekayasa Tol Japek Dilanjutkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.