- Home
-
- Luar Negeri
-
- Cegah Kematian, WHO Desak ...
Cegah Kematian, WHO Desak Warga Eropa Kurangi Konsumsi Garam
Jumat, 17 Mei 2024, 00:05 WIBMoskow - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (15/5) mendesak warga Eropa untuk mengurangi makanan asin seperti garam yang menjadi penyebab utama tekanan darah tinggi serta kematian akibat penyakit kardiovaskular (CVD).
WHO menyebut faktor tersebut menyumbang hampir 43 persen kematian di Eropa.
Kantor Regional WHO untuk Eropa memperkirakan bahwa mayoritas warga di wilayah tersebut mengonsumsi garam jauh lebih banyak dari jumlah maksimum yang disarankan per hari, yakni sekitar satu sendok teh.
Makanan pinggir jalan dan makanan olahan kerap menjadi penyebab utamanya.
"Empat juta, jumlah yang mengejutkan, adalah jumlah kematian yang disebabkan penyakit kardiovaskular setiap tahun-terutama pada kaum pria ... Implementasi kebijakan yang ditargetkan untuk mengurangi konsumsi garam sebesar 25 persen dapat menyelamatkan sekitar 900.000 nyawa akibat CVD pada 2030," kata direktur WHO regional Hans Kluge.
Pria berusia 30-69 tahun dua kali lebih berpotensi meninggal akibat serangan jantung, stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya dibanding wanita pada usia yang sama.
Sementara, masyarakat di Eropa timur hampir lima kali lebih memungkinkan meninggal akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan masyarakat di Eropa barat.
Salah satu solusi untuk masalah tersebut yakni dengan mewajibkan pengurangan kadar garam pada makanan olahan dan memperbaiki pelabelan, yang memerlukan kerja sama dengan industri makanan lantaran makanan dengan kandungan garam yang tinggi cenderung menghasilkan keuntungan terbanyak, seperti diakui badan kesehatan PBB tersebut.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Korpasgat Dukung Latihan Terjun Payung Personel Kopassus dan Yon TP
-
Djokovic Tersingkir dari Roland Garros Usai Kalah dari Petenis Remaja Joao Foseca
-
Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek bersama Kementerian Kesehatan
-
Arus Lalu Lintas di Jalan Protokol Lengang pada Libur Tahun Baru Islam
-
IKAL-Lemhannas: Tangkal Ideologi Transnasional, Wawasan Kebangsaan Generasi Muda Harus Diperkuat
-
Indonesia-Jerman Sepakati Kemitraan Tenaga Kerja Sektor High-tech dan Keperawatan
-
Benarkah MSG Berbahaya? Kampanye Edukasi Sajikan Temuan Ilmiah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.