Pejabat Tinggi ASEAN Bertemu Junta Myanmar untuk Pembicaraan 'Kerja sama'

Kamis, 16 Mei 2024, 11:21 WIB

YANGON - Panglima militer Myanmar mengadakan pembicaraan dengan para pejabat tinggi ASEAN mengenai partisipasi junta di blok regional Asia Tenggara tersebut, media pemerintah melaporkan pada Kamis (16/5).

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara yang beranggotakan 10 negara itu sejauh ini telah melakukan upaya diplomatik yang sia-sia untuk menyelesaikan konflik Myanmar yang dipicu oleh kudeta militer, yang menurut PBB telah menyebabkan 2,7 juta orang mengungsi.

Ket. Foto: Panglima Angkatan Darat Myanmar Min Aung Hlaing bertemu dengan utusan khusus ASEAN Alounkeo Kittikhoun di ibu kota Naypyidaw, Myanmar pada Rabu. — Sumber: Gnlm.com.mm

Myanmar masih menjadi anggota ASEAN, namun para jenderal tidak dilibatkan dalam pertemuan tingkat tinggi blok tersebut karena penolakan mereka untuk terlibat dalam rencana perdamaian.

Panglima Angkatan Darat Myanmar Min Aung Hlaing bertemu dengan utusan khusus ASEAN Alounkeo Kittikhoun dan Sekretaris Jenderal Kao Kim Hourn pada Rabu di ibu kota Naypyidaw, menurut Global New Light of Myanmar.

Mereka "bertukar pandangan mengenai isu kerja sama Myanmar di ASEAN," surat kabar milik pemerintah Myanmar itu melaporkan.

Mereka juga "membahas kerja sama terbaik Myanmar di ASEAN, kondisi partisipasi Myanmar dalam pertemuan ASEAN" dan rencana junta untuk mengadakan pemilu baru, kata surat kabar itu.

Krisis Myanmar telah memecah belah ASEAN.

Indonesia, Malaysia, dan Filipina telah menyerukan tindakan yang lebih keras terhadap junta. Sementara Thailand telah mengadakan pembicaraan bilateral dengan para jenderal serta pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi yang ditahan.

Tahun lalu, para pejabat di Indonesia mengadakan pembicaraan dengan pemerintah bayangan "Pemerintah Persatuan Nasional" yang didominasi oleh anggota parlemen yang digulingkan dalam kudeta.

Pada bulan Januari, junta mengirim seorang birokrat senior ke pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Laos - pertama kalinya negara tersebut menghadiri pertemuan tingkat tinggi blok tersebut dalam lebih dari dua tahun.

Lebih dari 5.000 orang tewas dan lebih dari 26.000 orang ditangkap dalam tindakan keras militer terhadap perbedaan pendapat sejak kudeta menurut kelompok pemantau lokal.

Kudeta tersebut mengakhiri eksperimen jangka pendek terhadap demokrasi dan menjerumuskan negara Asia Tenggara itu ke dalam kekacauan.

Di sebagian besar wilayah Myanmar, junta sedang memerangi kelompok bersenjata etnis minoritas serta "Pasukan Pertahanan Rakyat" yang pro-demokrasi.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.