• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tips Anti Panik Saat Peker...

Tips Anti Panik Saat Pekerjaan Menumpuk

Senin, 13 Mei 2024, 06:40 WIB

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya tipe orang yang mudah panik. Semakin panik maka saya semakin tidak bisa berpikir jernih. Hasilnya pekerjaan pun jadi kacau balau dan lagi-lagi saya mendapat teguran dari bos.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Saya sudah berusaha mencicil pekerjaan, namun karena ini adalah bidang baru bagi saya maka perlu waktu untuk memahami. Tolong tips-tipsnya ya bu agar saya bisa tetap tenang dan menyelesaikan dengan baik meski tugas menumpuk.

Jawaban:

Pernah tidak sih Anda merasa ingin teriak ketika pekerjaan terus menumpuk? Atau ingin resign karena bingung cara mencapai target yang diberikan atasan?

Jangan khawatir, kalau Anda mengalaminya, bukan berarti Anda tidak mampu melakukan pekerjaan yang diberikan. Kadang-kadang, kepanikan memang datang bersamaan dengan menumpuknya pekerjaan.

Ambil waktu sejenak untuk menenangkan pikiran, tarik nafas dan rileks. Setelah itu, ikutilah beberapa tips berikut ini agar Anda bisa mengerjakan tugas-tugasmu tanpa harus panik.

1. Keluar ruangan selama
beberapa menit

Berjalan-jalan di sekitar kantor sambil melihat cahaya matahari dan pepohonan bisa mengurangi stres dan mengembalikan konsentrasi. Otot-otot tubuh Anda pun akan kembali rileks sehingga akan lebih mudah untuk berpikir jernih dalam menentukan langkah kerja selanjutnya.

2. Berhenti "multitasking"

Kalau Anda termasuk orang yang sulit untuk keep up dengan banyak tugas sekaligus, tidak perlu memaksakan diri. Skenario terburuk dari multitasking, Anda malah tidak fokus dan semua pekerjaan jadi setengah-setengah. Yang terpenting adalah kualitas kerja yang maksimal. Kalau untuk mencapai kualitas tersebut Anda harus menyusun prioritas dan mengerjakannya satu per satu, maka tidak perlu multitasking.

3. Jangan lembur

Jika pada kondisi normal saja kerja overtime sangat tidak disarankan, apalagi ketika sedang pusing, kan? Tubuh yang dipaksa bekerja ekstra ditambah dengan pikiran yang ruwet hanya akan membuat energi terbuang percuma. Amat disayangkan kalau Anda sudah pusing-pusing tetapi hasil kerja tidak memuaskan? Dengan beristirahat pada waktu yang tepat, di hari selanjutnya Anda akan bangun dengan lebih fresh sehingga produktivitas ikut meningkat.

4. Belajar untuk menolak

Menolak tidak harus mentah-mentah dan seketika itu juga. Ketika bos memberikan tugas tambahan padahal tugas yang ada sudah menggunung, Anda bisa bertanya bisa tidakkah tugas tersebut ditunda agar Anda bisa menyelesaikan prioritas lain.

Atau ketika teman kantor meminta bantuan di saat pekerjaan Anda sendiri sedang luar biasa, jangan sungkan untuk menolak membantu pada saat itu. Bernegosiasi waktu tidak menjadikan Anda tidak profesional.

5. Tidak perlu jadi perfeksionis

Meskipun kalimat "tidak ada yang sempurna" sudah usang, tetapi mau tidak mau, Anda juga perlu mengingatnya ketika bekerja. Selama kualitas kerja tidak di bawah standar, Anda tidak perlu khawatir. Jangan menambah beban pikiran dengan mengerjakan sesuatu yang sebenarnya sudah bisa Anda tinggalkan, lalu panik karena melihat to-do-list pekerjaan Anda masih banyak.

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.