OIKN Akan Tetap Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal
Selasa, 07 Mei 2024, 00:01 WIBSAMARINDA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berkomitmen mengoptimalkan kebudayaan kearifan lokal seiring dengan pembangunan infrastruktur di IKN, melalui konsep museum kehidupan. Pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pemeliharaan dan pengembangan budaya, termasuk kearifan lokal.
"Kami sedang melakukan inventarisasi potensi budaya Suku Paser Balik, etnis asli Penajam Paser Utara, sebagai bagian dari konsep museum kehidupan yang akan kami terapkan. Ini upaya Otorita IKN untuk melestarikan budaya lokal," kata Direktur Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif OIKN, Muhsin Palinrungi, di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (5/5).
Seperti dikutip dari Antara, Muhsin mengatakan pemerintah telah mengadakan pertemuan dengan tokoh adat dan telah mengidentifikasi berbagai aspek budaya yang akan dikembangkan, termasuk makanan tradisional, pergelaran seni, dan kerajinan tangan. Ini merupakan bagian dari strategi untuk menjadikan budaya sebagai subsektor ekonomi kreatif yang kuat.
Selain itu, telah dilakukan diskusi secara terarah dengan kelompok-kelompok tertentu untuk mendapatkan masukan dari masyarakat lokal dan praktisi budaya, khususnya di Kalimantan Timur.
"Kami merumuskan perencanaan program untuk pengembangan wisata budaya yang akan menjadi destinasi unggulan," tambah Muhsin.
Pihaknya juga fokus pada objek kemajuan budaya, termasuk olahraga tradisional seperti kompetisi sumpit yang masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat lokal.
"Seni budaya dan kuliner tradisional juga diberikan akses untuk tampil dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah, menciptakan keseimbangan antara pembangunan modern dan pengembangan sektor budaya," jelas Muhsin.
OIKN juga meningkatkan kapasitas penduduk lokal melalui pelatihan pemasaran produk-produk kearifan lokal dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi.
Produk Tradisional
Menurut Muhsin, ini akan menjadi peluang bagi masyarakat lokal untuk memasarkan produk bernuansa tradisional, terutama menjelang peringatan 17 Agustus tahun 2024 sebagai agenda nasional.
Peningkatan kapasitas ini tidak hanya dilakukan oleh Otorita IKN, tetapi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. "Kami berupaya mengembangkan produk-produk yang memiliki kearifan lokal, seperti batik lokal, kualitasnya tidak kalah dengan batik dari daerah lain," tuturnya.
Sebelumnya, Muhsin mengatakan OIKN berdialog dengan para tokoh adat di Kalimantan Timur sebagai upaya meningkatkan kebersamaan dan menyamakan persepsi terkait pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dalam pembangunan IKN. Pertemuan dengan dengan para tokoh adat ini penting untuk mempererat hubungan dan komunikasi, dan memastikan pembangunan IKN berjalan lancar.
"Melalui kegiatan ini kami ingin seluruh tokoh adat di Kalimantan Timur dan Indonesia bersatu padu dalam kebersamaan untuk Indonesia yang kini sedang giat-giatnya membangun IKN," ujar Muhsin.
Ia menambahkan, kegiatan silaturahmi ini juga bertujuan sebagai sarana untuk menyamakan persepsi tentang pembangunan IKN, yang merupakan salah satu upaya pemerataan pembangunan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Mensos: Pencairan BLTS Tak Ada Pungutan Biaya Apapun
-
SCU dan Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi untuk Entaskan Kemiskinan
-
Bali Tidak akan Keluarkan Izin Hotel dan Restoran Baru Pasca Banjir Besar
-
Inilah Kalender Resmi Formula 1 Musim 2026
-
Brongkos Yogyakarta Jadi Inspirasi Menu Lebaran, Dairy Champ Hadirkan Resep dengan Sentuhan Modern
-
JEKATE Running Series: Ajang Lari yang Tunjukan Jakarta dari Sudut ke Sudut
-
Menopause pada Pria, Pahami Tantangan dan Perubahan Hormonalnya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.