Perayaan Kawalu Berakhir, Kampung Badui Kembali Dipadati Wisatawan

Minggu, 05 Mei 2024, 13:58 WIB

LEBAK -Wisatawan domestik kembali memadati kawasan pemukiman masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten setelah ritual perayaan Kawalu selama tiga bulan berakhir, Selasa (30/4).

"Sekarang wisatawan diperbolehkan mengunjungi Kampung Badui Dalam yang tersebar di Cibeo, Cikawartana dan Cikeusik," kata Djaro Saija, seorang Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak, Minggu (5/5).

Ket. Foto: Terminal Ciboleger Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak sebagai pintu pertama masuk ke pemukiman wisatawan Badui, Banten. — Sumber: ANTARA/Mansur

Para wisatawan yang mengunjungi permukiman Badui agar mematuhi peraturan dengan tidak membuang sampah sembarangan juga tidak melakukan penebangan pohon serta tidak berenang di aliran sungai.

Selain itu juga para wisatawan yang mengunjungi pemukiman Badui agar memperhatikan kondisi kesehatan tubuh, karena melintasi jalan setapak yang banyak terdapat perbukitan, pegunungan dan tebing curam.

Pemerintah desa kembali memperbolehkan para wisatawan domestik untuk berkunjung ke Kampung Badui Dalam, karena sudah berakhir perayaan ibadah Kawalu.

Mereka para wisatawan yang ke pemukiman Badui Dalam bisa menikmati panorama alam yang masih asri dan hijau.

Sesekali wisatawan menikmati aneka ragam kicauan suara burung disertai angin, sehingga memberikan nuansa yang indah dan bisa menghilangkan stres.

Selain itu juga kunjungan wisatawan dapat membawa dampak positif pendapatan ekonomi masyarakat Badui Dalam dan Badui Luar.

Mereka wisatawan domestik dari berbagai daerah itu dipastikan membeli aneka produk kerajinan masyarakat Badui, seperti kain tradisional,tas koja, baju kampret, lomar, souvernir, batik Badui dan lainnya.

"Kami meyakini dengan banyak kunjungan wisatawan ke sini tentu dapat menggulirkan ekonomi masyarakat setempat," kata Jaro Saija.

Hermawan (35) seorang wisatawan warga Jakarta mengatakan dirinya bersama rombongan akan mengunjungi Kampung Badui Dalam dengan berjalan kaki dari Terminal Ciboleger, pukul 09.00 WIB.

Perjalanan bisa ditempuh dengan waktu lima jam atau pukul 14.00 WIB tiba di Kampung Cibeo.

Ia bersama rombongan kantor sudah tiga kali mendatangi Kampung Badui Dalam yakni Kampung Cibeo cukup melelahkan, namun menyenangkan melihat panorama alamnya indah, hijau dan lestari.



Selain itu juga perjalanan cukup hati-hati dengan dibantu tonggak untuk melintasi jalan setapak yang kiri dan kanan terdapat tebing yang curam.



"Kami sangat senang melintasi jalan setapak hingga menembus hutan dan tebing yang cukup membahayakan," kata Hermawan.



Begitu juga wisatawan lainnya, Sumardi , seorang pelajar SMK di Banten mengaku dirinya bersama rombongan sudah kembali ke Terminal Ciboleger dengan menempuh perjalanan lima jam dari Kampung Cibeo.



Ia dan rombongan pergi ke Kampung Badui Dalam, Sabtu (4/5) sore setelah menempuh perjalanan lima jam dengan melintasi perbukitan dan banyak curam yang membahayakan.



"Kami berjalan kaki juga didampingi warga Badui dengan dibantu dengan memegang alat tonggak agar tidak jatuh," katanya.



Sementara itu,Sarkim (40) seorang petugas wisata Badui mengaku sejak Sabtu-Minggu jumlah wisatawan yang mengunjungi pemukiman Badui kembali ramai setelah tiga bulan kawasan Badui Dalam ditutup karena adanya ritual Kawalu.



Saat ini, diperkirakan sekitar 750 wisatawan dari berbagai daerah di sejumlah daerah di Banten, DKI Jakarta, dan Bogor Jawa Barat.



Kebanyakan wisatawan itu menginap di permukiman Kampung Badui Dalam, seperti Kampung Cibeo, Cikawartana dan Cikeusik.



"Kami memberlakukan tarif masuk ke pemukiman Badui Rp5.000/orang sesuai Peraturan Desa setempat,"katanya menjelaskan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.