- Home
-
- Luar Negeri
-
- WHO: Flu Burung Dapat Meng...
WHO: Flu Burung Dapat Menginfeksi Sapi di Luar Amerika Serikat
Kamis, 02 Mei 2024, 00:00 WIBJENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), pada Selasa (30/4), mengatakan virus flu burung H5N1 berisiko menginfeksi sapi di negara-negara di luar Amerika Serikat (AS) saat mereka bermigrasi.
Dikutip dari The Straits Times, para pejabat AS berupaya memverifikasi keamanan susu dan daging setelah memastikan adanya virus H5N1 pada 34 peternakan sapi perah di sembilan negara bagian sejak akhir Maret, dan pada satu orang di Texas.
"Dengan virus yang dibawa ke seluruh dunia melalui burung-burung yang bermigrasi, tentu ada risiko bagi sapi-sapi di negara lain untuk tertular," kata Kepala Program Influenza Global WHO, Wenqing Zhang, dalam konferensi pers di Jenewa.
Virus ini menyebar luas di kalangan burung liar di AS dan terkadang menginfeksi unggas dan bahkan kucing liar di luar rumah. Namun hingga saat ini, virus ini jarang menyerang sapi.
Zhang menegaskan kembali badan PBB tersebut menganggap risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan disebabkan oleh virus pada tingkat rendah, namun kewaspadaan mendesak, terutama di kalangan pekerja pertanian.
Meskipun virus ini diperkirakan tidak dapat menyebar melalui susu, Zhang kembali menyarankan WHO untuk hanya mengonsumsi susu pasteurisasi.
Pembaruan Rutin
Saat diminta untuk menyiarkan transparansi AS mengenai wabah ini sejauh ini, Zhang mengatakan badan global tersebut telah menerima pembaruan rutin dan memuji penghargaan untuk membagikan urutan virus genetik sejak dini.
"Saya pikir kolaborasi dengan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) AS dan informasi yang kami terima sejauh ini memungkinkan kami menyatukan situasi dan memperbarui langkah-langkah kesiapsiagaan," katanya.
Departemen Pertanian AS atau United States Department of Agriculture (USDA), mengatakan pada Senin pihaknya mengumpulkan sampel daging giling di negara-negara yang mengalami wabah flu burung pada sapi perah untuk diuji, namun tetap yakin pasokan dagingnya aman. USDA akan menganalisis daging giling untuk menentukan apakah ada partikel virus.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS atau Food and Drug Administration (FDA) mengatakan pengujian susu menunjukkan pasteurisasi membunuh virus flu burung, dan Colorado menjadi negara bagian AS kesembilan yang melaporkan kawanan sapi perah yang terinfeksi. Sejauh ini belum ada kasus flu burung pada sapi potong yang diketahui.
USDA mengumpulkan sampel otot di fasilitas pemotongan sapi perah yang telah dikutuk untuk menentukan keberadaan partikel virus. "Mereka juga akan menggunakan pengganti virus pada daging giling dan memasaknya pada suhu berbeda untuk menentukan bagaimana virus tersebut terdampak," kata pernyataan itu.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Krisis Energi Global, Bank Sentral Asia Terjepit
-
Liga Champions: Tottenham Dihantui Masa Lalu Saat Bertandang ke Markas Atletico
-
Pemkab Barito Kuala Dorong Hilirisasi Nanas sebagai Komoditas Unggulan
-
Microchip Luncurkan Solusi SiP Canggih untuk Dashboard Digital Otomotif
-
Danrem 152/Baabullah Resmi Tutup TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai
-
Promo Tol Makassar 2026: Cashback 50% dan Transaksi Nontunai via NITA & Bayarind
-
Polres Bekasi Kota: Empat Orang Tewas akibat Longsor TPST Bantargebang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.