Studi Ungkap Diet Mediterania Bantu Kurangi Risiko Hipertensi

Minggu, 28 Apr 2024, 15:00 WIB

Diet memainkan peran penting dalam mengendalikan tekanan darah. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa mereka yang secara konsisten mengikuti diet Mediterania memiliki risiko lebih rendah terkena hipertensi.

Temuan terbaru ini dibuat oleh tim peneliti dari School of Health Sciences and Education di Harokopio University of Athens, Yunani, setelah menindaklanjuti data selama 20 tahun. Hasilnya dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Hipertensi adalah suatu kondisi yang menyebabkan darah mendorong dinding arteri dengan kekuatan yang tinggi, sehingga jantung bekerja keras. Memiliki tekanan darah 130/80 milimeter air raksa (mmHg) atau lebih tinggi dianggap tinggi.

Kurangnya aktivitas fisik, obesitas, konsumsi garam berlebih, penggunaan tembakau, dan riwayat keluarga adalah beberapa faktor risiko yang diketahui. Hipertensi mempengaruhi sekitar 30 persen orang dewasa dan meningkatkan risiko kondisi seperti serangan jantung dan stroke.

Diet Mediterania mengacu pada pola diet tradisional negara-negara yang berbatasan dengan Laut Mediterania yang berfokus pada konsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, biji-bijian, polong-polongan, minyak sehat, dan ikan serta makanan laut dalam jumlah sedang.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang manfaat mengikuti diet Mediterania, para peneliti studi terbaru mengevaluasi 3.042 peserta yang tidak memiliki hipertensi pada awal penelitian di tahun 2002. Para partisipan juga tidak memiliki penyakit kardiovaskular dan diwawancarai untuk memahami kebiasaan pola makan dan gaya hidup mereka. Kadar glukosa, kolesterol, berat badan, dan tekanan darah mereka juga dievaluasi.

Untuk menilai seberapa baik para peserta mengikuti berbagai aspek diet Mediterania selama masa tindak lanjut, mereka diberi MedDietScore. Skor yang lebih tinggi mencerminkan kepatuhan yang lebih besar terhadap diet. Selain itu, poin juga dikurangi karena mengonsumsi makanan atau kelompok makanan yang dianggap "non-Mediterania", seperti produk susu penuh lemak, unggas, dan daging merah. Para peneliti juga menindaklanjuti para peserta untuk aspek-aspek lain seperti perkembangan hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.

Pada akhir penelitian, peserta dalam kelompok dengan MedDietScore terendah, yang mengindikasikan kepatuhan yang lebih buruk terhadap diet Mediterania, memiliki tingkat hipertensi sebesar 35,5%. Kelompok tengah memiliki tingkat hipertensi sebesar 22,5%. Sebaliknya, kelompok dengan MedDietScore tertinggi, yang mencerminkan kepatuhan yang lebih baik terhadap diet Mediterania, memiliki tingkat kejadian hipertensi sebesar 8,7%.

"Kepatuhan yang tinggi terhadap diet Mediterania, terutama ketika dipertahankan secara longitudinal, dikaitkan dengan insiden hipertensi yang lebih rendah," tulis para peneliti, dikutip dari Medical Daily, Selasa (23/4).

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.