Gus Halim: Jangan Sampai Pembangunan Desa Tercabut dari Akar Budaya
Jumat, 26 Apr 2024, 06:55 WIBMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, mengingatkan seluruh pihak terkait bahwa pembangunan desa-desa di Indonesia harus terus bertumpu pada akar budaya.
"Jangan sampai perencana dan pelaksanaan pembangunan desa tercerabut dari akar budayanya," kata Gus Halim, sapaan Abdul Halim Iskandar saat menyampaikan pidato kunci dalam Forum Dimensi Sosial Perubahan Iklim di Indonesia yang diselenggarakan Kemendes PDTT bersama Bank Dunia di Jakarta, Rabu (24/4).
Menurut dia, apabila pembangunan desa-desa di Indonesia tidak bertumpu pada akar budaya, hal tersebut berpotensi menghilangkan kekayaan budaya Indonesia, bahkan termasuk pula kebinekaan dari segi bahasa dan adat istiadat.
Gus Halim lalu berharap dalam setiap pelaksanaan pembangunan desa, pemerintah terus mempertahankan budaya setempat.
"Apapun yang terjadi, ada perubahan teknologi, kemajuan zaman, namun ketika perencanaan pembangunan dipijakkan pada akar kekuatan budaya, maka saya yakin kebinekaan yang dimiliki pada hari ini tidak akan pernah berubah," ujar Mendes PDTT.
Untuk mendukung pembangunan desa yang berakar kuat pada budaya itu, Gus Halim mengatakan saat ini pihaknya telah mengatur pembangunan desa melalui Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Melalui SDGs Desa, arah kebijakan dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan diharapkan mampu menghadirkan kelembagaan desa yang dinamis dan budaya desa yang adaptif.
Lebih lanjut Gus Halim mencontohkan pembangunan desa yang belum mengakar kuat pada budaya adalah pembangunan rumah-rumah di daerah transmigrasi. Ia mengatakan selama ini pembangunan rumah-rumah di daerah transmigrasi tidak mengikuti pola budaya setempat.
"Semuanya rumah batu, modelnya ditentukan oleh pemerintah pusat," ucap dia.
Dengan demikian melalui SDGs Desa, kata dia, diharapkan pembangunan rumah di area transmigrasi ke depannya dapat menyesuaikan dengan model rumah budaya setempat, sehingga dari tampilan fisik pun sudah menggambarkan kebersamaan antara pendatang atau masyarakat transmigrasi dengan masyarakat setempat. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jambi Bertransformasi Menuju Pemerintahan Digital
-
Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang Terima Uang Duka dari PWI Pusat
-
Operasi SAR ATR 42-500 Mulai Temukan Bagian Utama Pesawat
-
5 Film Netflix Bulan Desember yang Wajib Masuk Daftar Tontonan saat Liburan
-
Bencana Rob Harus Diubah dari Ancaman Jadi Peluang Ekonomi
-
Lestari Moerdijat Sebut Visi dan Kolaborasi yang Kuat Bekal Generasi Muda Hadapi Ketidakpastian Saat Ini
-
Hindari Gejolak, Pelaku Usaha Komit Jaga Harga Daging Sapi Sesuai Regulasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.