Dirut Bulog: Stok Beras Bulog Capai 1,4 Juta Ton

Jumat, 26 Apr 2024, 08:36 WIB

JAKARTA - Stok beras di gudang Bulog mencapai 1,457 juta ton. Stok beras untuk bantuan pangan disiapkan hingga Juni 2024.

"Posisi stok Bulog untuk beras hari ini agak banyak yaitu 1,457 juta ton," kataDirektur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, dalam acara Halalbihalal di Jakarta, Kamis (25/4).

Ket. Foto: Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi dalam acara Halalbihalal di Jakarta, Kamis (25/4). — Sumber: Istimewa

Jumlah yang agak banyak tersebut, terang Bayu, dikarenakan penyaluran program bantuan pangan belum berjalan.

Dalam minggu ini, Bayu memastikan penyaluran bantuan pangan akan dilakukan sehingga bisa terserap ke masyarakat. Stok beras untuk bantuan pangan disiapkan hingga Juni 2024.

"Karena masih menunggu update data. Mudah-mudahan dalam minggu ini segera selesai, dan nanti kita segera salurkan bantuan pangan itu dalam sisa bulan Mei-Juni, untuk tiga bulan jumlahnya," kata Bayu.

Bayu memaparkan, Perum Bulog juga sudah melakukan pengadaan dalam negeri sekitar 633 ribu ton setara gabah atau setara berasnya 329 ribu ton. Sedangkan untuk jagung sampai saat ini Bulog sudah bisa menyerap 5.914 ton.

"Untuk jagung sampai dengan saat ini Bulog sudah bisa menyerap 5.914 ton, dan ini utamanya ada di Gorontalo. Panen di Gorontalo sudah melewati puncaknya, sekarang kita sedang melihat panen yang besar di Nusa Tenggara Barat (NTB)," kata Bayu.

Namun diakui Bayu bahwa jumlah tersebut masih sedikit. Ia menilai itu terjadi karena dua alasan. Pertama, periode panen yang pendek. Bayu menjelaskan dengan periode yang pendek itu membuat beras yang masuk ke penggilingan berebut.

"Waktu pendek menimbulkan kendala di mesin pengering karena mataharinya ada dan tiada (redup)," ujar Bayu.

"Jadi semua berusaha masuk ke pengering yang dimiliki Bulog maupun mitra Bulog, antreannya jadi panjang," imbuhnya.

Alasan kedua, papar dia, karena dampak masalah pupuk tahun lalu. Bayu mengatakan pada 2023 dan awal 2024 komposisi pupuk bermasalah, sehingga membuat kualitas beras terganggu.

"Ini membuat kualitas gabah tidak optimal sehingga pecahnya banyak dan kuningnya banyak," ucapnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.