BNPB: HKB 2024 Momentum Membentuk Keluarga Siap Siaga Bencana
Jumat, 26 Apr 2024, 10:16 WIBJAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen menjadikan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2024 sebagai momentum untuk membentuk kelompok keluarga Indonesia yang sadar akan kesiapsiagaan bencana.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (25/4), mengatakan, pihaknya menggelar sejumlah latihan dan simulasi kesiapsiagaan bencana yang melibatkan keluarga Indonesia pada HKB 2024??????.
????HKB 2024 mengusung tema "Indonesia Tangguh, Indonesia Hebat" yang puncak kegiatannya memanfaatkan banyak tempat, seperti fasilitas pendidikan, rumah sakit hingga pasar rakyat di Provinsi Sumatera Barat pada Jumat (26/4).
Pelaksanaan latihan atau simulasi pada HKB 2024 ini mendapatkan dukungan penuh, salah satunya melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang menerbitkan surat nomor 11385/A.A7/HM.00.00/2024 perihal Partisipasi Hari Kesiapsiagaan Bencana 2024.
"Melalui surat edaran tersebut Kemendikbudristek mengimbau untuk termasuk seluruh perguruan tinggi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III untuk berpartisipasi dalam HKB," kata dia.
Selain latihan, ia menambahkan, BNPB dan BPBD Sumatera Barat juga menyosialisasikan penanda garis biru sebagai zona aman dari tsunami yang dibuat pada akses jalan sekaligus mengenalkan sirine peringatan dini tsunami yang dapat diakses oleh kelompok difabel tuna rungu.
Menurut Abdul, semua ini dilakukan karena BNPB menilai pelatihan kesadaran bencana berbasis keluarga penting sebagaimana hasil survei atas penyelamatan gempa bumi Kobe.
Dari hasil survei yang dilakukan di Jepang tahun 1995 itu mengungkapkan bahwa persentase warga selamat dari bencana karena bantuan dari sesama anggota keluarga mencapai angka 31,9 persen, kemudian atas kemampuan penyelamatan diri sendiri sekitar 34,9 persen.
Ia mengungkapkan, sejumlah poin utama dalam pelatihan tersebut antara lain kepala keluarga dan anak-anak dapat memahami terlebih dahulu setiap ancaman bahaya, kerentanan dan kapasitas.
Kapasitas ini dapat berbentuk banyak hal, seperti cara tepat evakuasi, kemampuan untuk berenang dan melindungi diri.
Berikutnya, keluarga dapat menggagas solusi ketika terjadi bencana, misalnya penentuan titik kumpul keluarga, memiliki nomor telepon lembaga untuk dukungan darurat, hingga penyiapan peralatan siaga bencana.
BNPB memastikan pula setiap keluarga bisa memanfaatkan aplikasi inaRISK yang dapat diunduh melalui ponsel pintar. Aplikasi inaRISK ini dikembangkan BNPB untuk memublikasikan upaya mitigasi setelah ancaman bahaya teridentifikasi.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Terminal Simpang Nangka Rejang Lebong Tambah Armada Hadapi Mudik
-
Inggris Lobi Arab Saudi Amankan Pasokan Minyak
-
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca di Jambi
-
Amanda Seyfried Isi Suara Cinderella dalam Film Animasi Netflix “Steps”
-
Akhiri Ketergantungan Impor, Swasembada Garam Dikejar 2027
-
BPBD DKI Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana di Bundaran HI
-
Eliano Reijnders: Persib Bertekad Kalahkan Borneo FC untuk Perlebar Jarak Klasemen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.