Emak-emak Perlu Memahami Ini, Jadi Ibu Cerdas Wajib Mengetahui Bahasa Kasih Sayang

Kamis, 25 Apr 2024, 00:02 WIB

Jakarta - Dokter praktisi neuroparenting dr. Aisah Dahlan mengatakan menjadi ibu cerdas perlu mengetahui bahasa kasih sayang yang digunakan untuk mengungkapkan rasa kasih sayang dan cinta pada orang lain.

Aisah, dalam diskusi daring yang diikuti di Jakarta, Rabu mengatakan, bahasa kasih sayang yang diibaratkan "baterai" bisa dilihat dari lima aspek yakni, kata pendukung, sentuhan fisik, waktu berkualitas bersama, pelayanan, dan hadiah yang harus dipenuhi sesuai kebutuhan anak.

Ket. Foto: Tangkapan layar Dokter praktisi neuroparenting dr. Aisah Dahlan dalam diskusi daring yang diikuti di Jakarta, Rabu (24/4/2024). — Sumber: ANTARA/Fitra Ashari

"Otak sumber kerjanya listrik makanya 'baterai' harus penuh agar jalan ke sistem saraf dan dimintai tolong, arahan siap dijalankan, 'baterai' kasih sayang di charge dengan bahasa kasih sayang," kata Aisah.

Bahasa kasih sayang pada anak dan pasangan bisa berbeda, tergantung apa 'baterai' kasih sayang utamanya yang tertanam di otak mereka. Agar tidak kosong, baterai tersebut harus diisi minimal 3 kali seminggu agar anak maupun pasangan merasa nyaman saat bersama di rumah.

Jika kosong, akan ada perilaku menyimpang yang mengindikasikan batas kritis kurangnya kasih sayang pada anak maupun pasangan.

Aisah mengatakan jika bahasa kasih sayang utamanya adalah kata-kata pendukung, maka seringlah beri pujian pada anak atau pasangan, selanjutnya bisa diikuti dengan sentuhan fisik seperti pelukan atau usapan untuk mengapresiasi.

"Kalau tidak diisi anak akan jadi suka mengejek atau menjelekkan orang, kalau sentuhan fisik kosong anak akan jadi suka mencubit atau memukul," katanya.

Ia melanjutkan jika anak memiliki 'baterai' kasih sayang senang meluangkan waktu berkualitas, maka ibu bisa menemani anak dalam setiap kegiatannya. Hal itu akan sangat berarti pada anak meskipun tidak membutuhkan apresiasi atau kata-kata pendukung.

Jika 'baterai' itu kosong, anak bisa jadi sering menyendiri dan sering mengunci diri di kamar seakan menghindar dari orang tua.

Sementara anak yang memiliki bahasa kasih sayang dengan pelayanan (act of service), maka anak akan cenderung lebih loyal untuk memberikan bantuan tanpa diminta.

"Jangan ditolak jika anak bahasa kasih sayangnya pelayanan dia akan senang sekali membantu, kalau baterai itu kosong anak jadi kasar saat meminta sesuatu dan menjadi pembuli," katanya.

Aisah mengatakan jika anak atau pasangan lebih senang memberi hadiah atau menunjukkan karyanya, apresiasi dengan menghargai apa yang diberikan, bisa dengan kata-kata positif atau dengan menyimpannya di tempat terbaik. Karena seseorang dengan bahasa kasih sayang Gift atau memberi hadiah akan merasa senang jika sesuatu yang ia berikan dipakai atau dihargai.

"Kalau baterai ini kosong, bagi anak-anak akan menjadi pelit, tidak suka berbagi dan bisa jadi kleptomania," ucap Aisah.

'Baterai' kasih sayang ini, kata Aisah harus dipenuhi setiap hari pada anak yang baru lahir sampai usia 5 tahun, meskipun orang tua bekerja. Di atas 5 tahun orang tua sudah harus mengetahui bahasa kasih sayang mana yang menjadi bahasa utama anak dari kebiasaan sehari-hari anak.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Bansos untuk Kurangi Salah Sasaran

Sambil Serap Aspirasi, Demokrat Jatim Gelar Lomba Rakyat Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Kapolda Lampung: Ratusan Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Way Kambas

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.