Menhub: Bandara Panua Pohuwato Perkuat Ekonomi Gorontalo
Selasa, 23 Apr 2024, 14:12 WIBJAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan Bandar Udara Panua di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, akan memperkuat perputaran ekonomi yang ada di daerah tersebut.
"Bandara Panua Pohuwato merupakan komitmen pemerintah atas mitigasi wilayah rawan bencana dan juga sebagai pintu gerbang untuk mengembangkan perekonomian di Kabupaten Pohuwato dan Provinsi Gorontalo," kata Budi dalam keterangan di Jakarta, Selasa (23/4).
Budi mengatakan bahwa Bandara Pahua Pohuwato merupakan bandara ke-25 dari 27 bandara yang telah dibangun sesuai arahan Presiden untuk membangun bandara di seluruh pelosok tanah air.
"Bandara Pahua Pohuwato ini sangat produktif untuk membangun ekonomi daerah ini mengingat jangka jangkau dari Gorontalo lebih dari 4 jam jalur darat," ujar Budi.
Bandara Panua Pohuwato memiliki landasan pacu sepanjang 1.200 m x 30 m, taxiway sepanjang 15 m x 170 m, apron sepanjang 110 m x 70 m, serta gedung terminal sebesar 990 m2. Dengan begitu, Bandara Panua Pohuwato dapat didarati pesawat ATR 72-600.
Ia menjelaskan konsep desain terminal bandara inidiambil dari bentuk empat rumah adat di Provinsi Gorontalo yaitu Rumah Adat Dulohupa, Rumah Adat Bantayo Poboide, Rumah Adat Gobel, serta Rumah Adat Ma'lihe atau Potiwaluya.
Bentuk atap terminal diadopsi dari atap rumah adat di Provinsi Gorontalo yang bertingkat sehingga memberi kesan megah dan mewah. Pembagian sekat area terminal juga dibuat fungsional dan estetik, lalu dipadukan dengan konsep modern tanpa menghilangkan tampilan kearifan lokal yang eksotis.
"Desain tersebut memberi makna seperti rumah adat yang hangat dan tempat berkumpul yang nyaman," ucap Budi.
Kemudian, desain terminal bandara didominasi warna putih karang dan cokelat. Hal tersebut terinspirasi dari kekayaan alam Kabupaten Pohuwato.
"Bandar Udara Panua Pohuwato dikelilingi objek wisata penyelaman yang sangat indah dan belum banyak terjamah manusia, salah satunya lapisan karang putih di Pulau Lahe dan Pulau Karang," tutur Budi.
Budi berharap keberadaan Bandara Panua Pohuwato dapat memberi ketersediaan sarana transportasi yang lebih luas, mendorong multiplier effect dalam pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi.
"Serta memperluas perdagangan pariwisata dan sebagai dukungan pada wilayah rawan bencana," imbuh Budi.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Inovasi Traktor Perahu Listrik ITS Gunakan Motor Listrik untuk Dukung Pertanian Modern
-
Tolak Biayai Perang, Slovakia Sebut NATO Tak Wajib Beri Bantuan ke Ukraina
-
Wapres Gibran Kunjungi RSUD Fatimah Az-Zahra Palembang, Pastikan Layanan Optimal
-
Delegasi IGS 2026 Jelajahi Kekayaan Budaya dan Produk UMKM Lokal
-
Miliki Karakter Khas, Beras Sigupay Abdya Didorong Kemenkum Aceh Didaftarkan Hak Merek Kolektif
-
Wisatawan Tiongkok Catat Pertumbuhan Minat Tertinggi ke Indonesia pada Semester I 2026
-
Enam Tantangan Besar Atasi Praktik Judol
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.