Meriah, Ribuan Wisatawan Ikut Nikmati Festival Durian di Trenggalek
Senin, 22 Apr 2024, 00:05 WIBTrenggalek - Lebih dari seribu wisatawan dari berbagai daerah, dan sebagian mancanegara, ikut menikmati durian gratis yang dibagikan dalam gelaran Internasional Durio Festival 2024 yang digelar masyarakat Desa Wisata Durensari, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu.
Ribuan durian yang sebelumnya disusun menyerupai tumpeng raksasa atau tumpeng besar setinggi tiga meter dibagikan secara cuma-cuma kepada para pengunjung dengan sistem kupon.
Digelar mulai pukul 09.00 WIB, tumpeng durian yang berukuran lebih kecil sebelumnya diarak keliling desa, dengan seremoni menggunakan adat Jawa tradisional hingga sampai di lokasi agrowisata Watulawang.
Dipandu tokoh adat setempat, rangkaian acara bertajuk "metro durian" Itu dipimpin langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin diiringi jajaran Forkopimda setempat.
"Metri atau sedekah selamatan durian sendiri dilakukan dalam rangka mengembalikan kembali adat istiadat yang dilakukan para pendahulu. Bersedekah hasil bumi dalam hal ini buah durian," kata Bupati Nur Arifin dalam pidato sambutannya usai ritual memandikan durian dan menanam bibit durian lokal hasil persilangan durian unggulan setempat.
Dikatakan, festival durian tahun ini digelar sedikit mundur dari jadwal yang direncanakan sebelumnya, karena panen raya bersamaan dengan bulan Ramadhan.
"Terima kasih sekali bisa terselenggara. Harusnya Ramadhan kemarin, tapi karena panen raya bertepatan Ramadhan, akhirnya agak mundur," katanya.
Panitia dan masyarakat adat kemudian menyepakati gelaran festival durian digelar setelah Lebaran Ketupat.
"Alhamdulillah, kenduri durian akhirnya tetap bisa berjalan dengan lancar. Ini semua berkat dukungan dari pemerintah provinsi, kemudian dari PT. Astra dan kemudian beberapasponsorship, masyarakat, LMDH dan petani-petani yang bersedekah durian, saya terima kasih," lanjut Mas Ipin, sapaan Bupati Arifin.
Ia menjelaskan, konsep festival durian bertema "metri duren" atau "kenduri durian" ini adalah mengembalikan adat Kejawen (Jawa) yakni bagaimana masyarakat di kawasan agrowisata durian bersedekah dari hasil panen.
"Termasuk juga upacarametri, bagaimana cara menanam. Ini juga ada pesan lingkungannya bahwa ketika kita menjaga alam, alam akan memberikan kita rejeki, salah satunya buah-buahan," paparnya.
Mas Ipin, salah satu tujuan dari penyelenggaraan IDF 2024 adalah sebagai ajang untuk lebih mengenalkan Desa Wisata Durensari sebagai produsen durian terbesar, bukan hanya di Trenggalek, tapi juga se-Asia Tenggara.
Desa Wisata Durensari telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian sebagaiInternational Durio Forestry (IDF)atau hutan durian seluas 650 hektare.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Uji Coba “Full Pedestrian", Wisatawan Merasa Lebih Nyaman Menikmati Suasana Malioboro
-
Pemkot Bogor Siapkan WFH untuk Efisiensi Energi
-
BNPB Minta Maaf soal Penilaian Banjir Tapsel, Suharyanto Tegaskan Situasi Sumatera Belum Memenuhi Status Bencana Nasional
-
BPBD Jaktim Pantau Titik Rawan Banjir di Rawa Terate
-
Kaltim Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Peningkatan Wisatawan di Periode Libur Lebaran
-
KKP Tancap Gas Bangun 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih, Pesisir Jadi Poros Baru Ekonomi
-
Siap-siap, Gangguan Selat Hormuz Berpotensi Dongkrak Kenaikan Biaya Logistik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.