Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelestarian Lingkungan, Kesadaran Manajemen Plastik Perlu Ditingkatkan di Sekolah Indonesia

📅 Jumat, 19 Apr 2024, 00:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelestarian Lingkungan, Kesadaran Manajemen Plastik Perlu Ditingkatkan di Sekolah Indonesia Doc: Antara/Devi Nindy
Ket. Diskusi tentang perubahan iklim, sampah plastik, dan penelitian kelautan bersama peneliti BRIN Dr Intan Suci Nurhati (tengah) dan Wakil Menteri Perdagangan untuk Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat Dr Richard Spinrad di Jakarta, Kamis (18/4/2024).

Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan untuk Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat Dr Richard Spinrad mengatakan kesadaran manajemen plastik perlu ditingkatkan di sekolah-sekolah Indonesia.

Spinrad di Jakarta, Kamis, menyebut jika tidak ada tindakan yang dilakukan, plastik akan merusak struktur maritim dan bahkan dapat berdampak secara ekonomi.

"Saya rasa salah satu upayanya adalah memastikan bahwa sekolah sadar dan mempunyai informasi yang dapat dimasukkan ke dalam kelas sains. Ada banyak informasi bagus di luar sana, sehingga dewan sekolah dan masyarakat setempat sadar akan hal ini," kata Spinrad.

Spinrad, yang juga Administrator Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS, mengatakan upaya lainnya adalah para anggota parlemen perlu menyadari isu-isu tersebut, dan menyadari bahwa isu-isu tersebut berdampak pada komunitas mereka yang mereka wakili.

"Jadi berbicara dengan lembaga-lembaga ilmiah, mendapatkan informasi dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) tentang kondisi kesehatan laut saat ini di lepas pantai Indonesia, akan menjadi langkah awal," ujar dia.

Selain itu, bekerja sama dengan pemerintah daerah, perwakilan daerah, dewan sekolah akan menjadi cara yang sangat efektif untuk menyebarkan informasi, menurut dia.

Spinrad mengatakan ekosistem laut sangat penting bagi perekonomian. Perikanan merupakan komponen yang sangat penting dalam perekonomian di Amerika Serikat dan tentu saja di Indonesia ini merupakan komponen yang penting.

Menurut dia, apapun yang telah dilakukan terhadap ekosistem laut seperti mencemari polusi plastik, akan berdampak pada kurangnya populasi ekosistem, atau menyebabkan perubahan di dalamnya.

"Jadi, singkatnya, polusi plastik akan mempengaruhi ketersediaan dan kualitas makanan laut, dan hal ini mempunyai konsekuensi ekonomi yang besar," ujar dia.

Selama kunjungannya di Indonesia, Spinrad dijadwalkan untuk bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sera Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.