Ekonom Sebut Konflik Iran-Israel Picu Investor Beralih ke Aset 'Safe Haven'
Jumat, 19 Apr 2024, 13:15 WIBJAKARTA -Ekonom Ibrahim Assuaibi mengatakan konflik Iran dan Israel yang memanas dapat memicu para investor beralih ke aset safe haven (investasi risiko rendah) seperti dollar AS dan emas, sehingga bisa mendorong pelemahan terhadap nilai tukar rupiah.
"Penyerangan ini menargetkan bagi para investor sehingga safe haven akan dijadikan sebagai lindung nilai," kata Ibrahim kepada awak media di Jakarta, Jumat (19/4).
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka itu menuturkan dollar AS kembali menguat, dan kemungkinan besar indeks dolar AS akan bergerak ke 108. Sehingga nilai tukar rupiah pun hari ini diperkirakan akan semakin melemah.
"Rupiah pun yang hari ini saya lihat kemungkinan besar akan mengalami penguatan, ini pun juga ikut melemah hampir 108 poin pelemahannya di pagi ini. Ini mengindikasikan bahwa perang di Timur Tengah ini sangat luar biasa sekali," ujarnya.
Harga emas saat ini juga sudah melonjak, dan ada kemungkinan besar mencapai level tertinggi sebesar 2.500 dollar AS per ons.
Kemudian, harga minyak mentah dunia pun juga diperkirakan akan naik menuju 90 dollar AS per barel.
Ibrahim berharap Iran tidak melakukan penyerangan kembali terhadap Israel untuk menstabilkan kondisi ekonomi global.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rittal Perkuat Industri Manufaktur Indonesia Lewat Modification Center Berbasis Digital Engineering
-
DPR: Sanksi pada RUU Kawasan Industri Harus Diperkuat
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
Targetkan Tampung 2.500 Mahasiswa di Akhir 2026, ITSB Incar Status Research University
-
Bantuan Kelengkapan Sekolah untuk 27.048 Pelajar di Barito Utara
-
KPK Panggil Dua Pegawai PT PPA dan Eks Komisaris PT PAP di Kasus Rita
-
Gubernur NTT Pastikan Larangan Isi BBM bagi Penunggak Pajak Tetap Diberlakukan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.