Tensi Geopolitik Picu Anjloknya IHSG
Rabu, 17 Apr 2024, 08:55 WIBJAKARTA - Tensi politik antara negara-negara di kawasan Timur Tengah ditengarai menjadi salah satu faktor penyebab melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara signifikan pada perdagangan Selasa (16/4) setelah periode libur panjang Lebaran. Padahal, tren selama ini, IHSG cenderung menguat usai libur panjang Lebaran.
"Terjadinya peningkatan tensi politik antara negara-negara di Timur Tengah pascaserangan lebih dari 300 drone dan rudal oleh Iran ke Israel pada Sabtu (13/4) waktu setempat," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy kepada awak media di Jakarta, Selasa (16/4).
Selain itu, lanjutnya, faktor lainnya yaitu kenaikan US Treasury yield atau imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) seiring terjadinya peningkatan inflasi AS dan dinamika geopolitik.
Dari dalam negeri, dia menjelaskan beberapa rilis data ekonomi domestik dalam dua pekan terakhir turut mempengaruhi pelemahan IHSG, diantaranya data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Maret 2024 yang tercatat sebesar 3,05 persen year on year (yoy), atau meningkat dibandingkan periode Februari 2024 yang sebesar 2,75 persen (yoy).
Selain itu, juga data cadangan devisa (cadev) Indonesia periode Maret 2024 yang tercatat sebesar 140,4 miliar dolar AS, atau turun dibandingkan periode Februari 2024 yang sebesar 144 miliar dollar AS. Selanjutnya, terdapat periode libur panjang Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah yang turut menyebabkan pelemahan IHSG di tengah berbagai sentimen ekonomi global yang terjadi.
"Periode libur panjang Lebaran di Indonesia berlangsung selama tanggal 8 sampai 15 April 2024, sehingga penyesuaian pasar baru terjadi pada hari ini, Selasa (16/4)," jelas Irvan.
Irvan menjelaskan, berbagai indeks bursa saham global, diantaranya Vietnam, Taiwan, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Filipina, dan Australia, juga telah mencatatkan penurunan sebesar lebih dari 2 persen dalam dua hari terakhir sejak Jumat (12/4). "Hal ini mengindikasikan adanya penyesuaian IHSG seiring dengan akumulasi risiko pasar selama periode libur," ujar Irvan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
AHY Dorong Hunian TOD di Kota Besar untuk Atasi Keterbatasan Lahan
-
Potensi Terjadi Hujan Deras di Jakarta Saat Idul Fitri
-
WFH Wajib Didukung Infrastruktur Teknologi Memadai Agar Pelayanan Publik Optimal
-
Alarm Pangan Berbunyi! Perpres Penyelamatan Segera Diterbitkan
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
Indonesia Usul Sidang Darurat DK PBB Gandeng Prancis Terkait Gugurnya Pasukan UNIFIL
-
PDIP: Gugurnya 8 Prajurit TNI di Lebanon Momentum PBB untuk Bersikap Lebih Tegas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.