Polisi Berlakukan Sistem Satu Arah untuk Menguras Arus Balik Kendaraan dari Garut ke Bandung

Minggu, 14 Apr 2024, 16:54 WIB

Garut - Kepolisian Resor Garut beberapa kali memberlakukan sistem satu arah untuk menguras arus balik kendaraan dari arah Garut ke Bandung di jalur nasional lintas Limbangan, maupun jalur provinsi lintas Leles-Kadungora di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut Iptu Aang Andi Suhandi mengatakan, hari keempat setelah Lebaran arus kendaraan di jalur nasional didominasi kendaraan dari arah Tasikmalaya menuju Bandung, sehingga dilakukan pengurasan untuk mengurai kepadatan di jalur itu.

"Kami dari Satuan Lalu Lintapls melaksanakan upaya-upaya menguras kendaraan dari arah Tasik menuju Bandung supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan," kata Aang.

Ia menuturkan kepadatan arus kendaraan di jalur nasional Malangbong-Limbangan itu terjadi sejak tadi pagi, hingga siang juga terpantau masih ramai.

Upaya kepolisian, kata dia, salah satunya melakukan pengurasan arus kendaraan dengan memberlakukan satu arah beberapa kali untuk mengatasi penumpukan agar kendaraan tetap bergerak dari kedua arah.

"Alhamdulillah dari pagi sampai siang ini kami sudah berjibaku delapan kali pengurasan dari timur ke barat dengan sistem 'one way'," ucapnya.

Ia menyampaikan peningkatan arus balik kendaraan itu tercatat hasil perhitungan pukul 09.00 sampai 12.00 WIB di jalur nasional dari Tasikmalaya menuju Bandung sebanyak 6.913 kendaraan, sedangkan arah sebaliknya jauh lebih sedikit sebanyak 3.013 kendaraan.

Volume kendaraan di jalur provinsi lintas Kadungora dari arah Garut menuju Tasikmalaya juga didominasi lebih banyak arus kendaraan menuju Bandung sebanyak 5.832 kendaraan, sedangkan arah menuju Garut sebanyak 4.128 kendaraan.

Adanya peningkatan di jalur itu beberapa kali diberlakukan satu arah dari arah Garut menuju Bandung, maupun sebaliknya dengan durasi waktu 15 menit sampai 50 menit.

"Jalur Leles dilaksanakan kegiatan 'one way' pada pukul 13.00-13.50 dari arah Garut menuju Bandung, untuk titik 'pending' Tutugan Bawah untuk waktu 'one way' 50 menit," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.