NASA Luncurkan Wahana untuk Dikirim ke 'Bumi Kedua' di Planet Jupiter

Jumat, 12 Apr 2024, 09:00 WIB

PASADENA - Ilmuwan antariksa AS pada Kamis (11/4) meluncurkan wahana antarplanet yang rencananya akan dikirim NASA ke salah satu bulan es Jupiter sebagai bagian dari perburuan umat manusia untuk mencari kehidupan di luar Bumi.

Pesawat luar angkasa Clipper akan lepas landas pada bulan Oktober menuju 'Europa', salah satu dari puluhan bulan yang mengorbit planet terbesar di Tata Surya, dan tempat terdekat di lingkungan angkasa kita yang dapat menjadi tempat tinggal bagi kehidupan.

Ket. Foto: Pesawat Luar Angkasa Europa Clipper milik NASA akan dikirim ke Europa, salah satu bulan Jupiter, untuk melihat apakah ia memiliki kondisi yang tepat untuk menopang kehidupan. — Sumber: Yahoo/Frederic J. Brown

"Salah satu pertanyaan mendasar yang ingin dipahami NASA adalah, apakah kita sendirian di kosmos ini?" kata Bob Pappalardo, ilmuwan proyek misi tersebut kepada AFP.

"Jika kita menemukan kondisi kehidupan, dan suatu hari nanti benar-benar menemukan kehidupan di tempat seperti Europa, maka di tata surya kita ada dua contoh kehidupan: Bumi dan Europa.

"Hal ini akan sangat bermanfaat untuk memahami bagaimana kehidupan umum mungkin terjadi di seluruh alam semesta."

Pesawat luar angkasa senilai 5 miliar dollar AS tersebut saat ini berada di Jet Propulsion Laboratory NASA di California, berada di sebuah "ruangan bersih" -- area tertutup yang hanya dapat diakses oleh orang-orang yang mengenakan penutup dari kepala hingga ujung kaki.

Tindakan pencegahannya adalah memastikan wahana tersebut tetap bebas dari kontaminan untuk menghindari pengangkutan mikroba Bumi ke Europa.

Setelah diangkut ke Kennedy Space Center di Florida, Clipper akan diluncurkan dengan roket Space X Falcon Heavy dan memulai perjalanan lebih dari lima tahun yang melewati Mars untuk menambah kecepatan.

Pada tahun 2031, ia akan berada di orbit sekitar Jupiter dan Europa, di mana ia akan memulai studi rinci tentang bulan yang diyakini para ilmuwan tertutup air beku.

"Kami memiliki instrumen seperti kamera, spektrometer, magnetometer, dan radar yang dapat... menembus es, memantulkan air dan kembali ke permukaan untuk memberi tahu kami seberapa tebal es dan di mana letak air cair," kata Pappalardo.

Para manajer misi tidak berharap untuk menemukan makhluk hijau kecil berenang di air -- faktanya, mereka bahkan tidak mencari kehidupan itu sendiri, hanya mencari kondisi yang dapat mendukungnya.

Para ilmuwan mengetahui dari lingkungan ekstrem di Bumi -- seperti ventilasi panas bumi yang kekurangan cahaya yang terletak jauh di bawah lapisan es kutub -- bahwa makhluk kecil dapat ditemukan hampir di mana saja.

Dan kondisi di Europa, yang ukurannya hampir sebesar bulan Bumi, dapat menyediakan habitat serupa, menawarkan prospek yang menggiurkan bahwa kita tidak sendirian -- bahkan di Tata Surya kita sendiri.

"Jika bulan-bulan di sekitar planet yang jauh dari bintang bisa menampung kehidupan, maka jumlah peluang di sekitar tata surya, di sekitar alam semesta, tempat kehidupan bisa berlangsung, menurut saya akan meningkat secara dramatis," kata Jordan Evans, manajer proyek misi Europa Clipper.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.