Ini Strategi Ditjen Hubdat Atasi Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Ketapang dan Jangkar
Kamis, 11 Apr 2024, 11:04 WIBJAKARTA -Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Timur menyiapkan strategi dalam menghadapi adanya lonjakan penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dan Jangkar.
"Di Pelabuhan Ketapang semasa arus mudik sampai H-1 Idul Fitri ini telah terjadi lonjakan penumpang dibandingkan tahun 2023, puncaknya pada H-4 dengan pergerakan penumpang ke arah Bali sebanyak 32.466 penumpang dengan persentase kenaikan 38% dan total kendaraan sebanyak 5.986 kendaraan dengan persentase kenaikan sebesar 27% dibanding angkutan lebaran pada Tahun 2023," ujar Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (9/4).
Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan bersama Korlantas Polri dan Kementerian PUPR telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2024/1445 H. Isi da?am Surat Keputusan Bersama tersebut salah satunya mengatur pergerakan angkutan orang dan barang di pelabuhan penyeberangan pada Lintasan Ketapang - Gilimanuk dan Jangkar - Lembar.
Namun, pihaknya menjelaskan, selain pengaturan yang tertulis dalam Surat Keputusan Bersama, ketika terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Ketapang telah dirancang beberapa skenario dengan beberapa indikator, salah satunya ketika sudah terjadi antrean panjang maka kapal yang dioperasikan adalah kapal dengan kapasitas muatan yang besar.
"Kepada para pemudik yang akan menyeberang, supaya sebelum masuk ke Pelabuhan Ketapang diharapkan sudah membeli tiket secara daring (online) dan harap para pemudik menjaga kesehatan badan di tengah ketidakpastian cuaca serta senantiasa mematuhi aturan keselamatan yang berlaku di kapal," imbuh Bayu.
Sama halnya dengan Pelabuhan Ketapang, Pelabuhan Jangkar di Situbondo yang melayani lintas Jangkar ke Lembar dan Jangkar ke Kepulauan juga mengalami peningkatan penumpang dan kendaraan dari angkutan lebaran tahun sebelumnya.
"Terjadi peningkatan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Jangkar daripada tahun sebelumnya. Untuk menanggapi hal itu, selain dengan aturan yang tertulis di Surat keputusan Bersama, Kami akan menambah trip reguler dan mendatangkan kapal bantuan ketika terjadi lonjakan dan antrean penumpang yang ramai," terang Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar, Rochman Setiawan di Situbondo pada waktu yang sama.
Ia juga berpesan kepada pemudik yang akan menyeberang di Pelabuhan Jangkar agar berhati-hati terutama saat membeli tiket agar tidak tertipu oleh calo. Pemudik diminta untuk merencanakan perjalanan sebaik mungkin supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
- Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
- Ditjen Hubdat
- Pelabuhan Ketapang
- Lonjakan Penumpang
- arus balik Lebaran
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Penerapan Skema TBB untuk Mengatasi Antrean Kendaraan Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni
-
Pemudik membawa motor di dalam bagasi bus
-
Stasiun Bandung Dipadati Penumpang pada Puncak Arus Balik Lebaran 2026
-
Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi pada H+7 Lebaran
-
49 Persen Pemudik dari Sumatra Telah Kembali ke Pulau Jawa
-
Arus Balik Pemudik di Stasiun Daop 4 Semarang
-
Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak, Filipina Umumkan Keadaan Darurat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.