WHO Serukan Perlindungan bagi Petugas dan Fasilitas Kesehatan di Daerah Konflik

Selasa, 09 Apr 2024, 14:29 WIB

JENEWA - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (8/4) menyerukan agar fasilitas dan personel layanan kesehatan dilindungi dari kekerasan dengan sasaran tertentu di tengah konflik.

Berbicara dalam diskusi panel di markas besar WHO di Jenewa, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa kerusakan pada fasilitas perawatan kesehatan dan personel mereka kerap terjadi, seperti yang terlihat di Gaza, Sudan, dan Ethiopia.

Pernyataan ini disampaikan Tedros menyusul serangan mematikan yang dilancarkan Israel terhadap para pekerja kemanusiaan, yang memicu kemarahan dan kecaman internasional. Aksi kekerasan tersebut semakin membebani sistem kesehatan yang sudah kewalahan, dan menyebabkan trauma psikologis bagi pasien yang rentan.

Lebih dari 1.400 serangan terhadap pusat-pusat layanan kesehatan dilaporkan terjadi pada 2023 yang menewaskan 742 orang dan mencederai 1.000 lebih orang, menurut data badan PBB itu.

Rumah sakit dan tenaga kesehatan harus mendapatkan perlindungan yang tidak diganggu gugat selama konflik, sesuai dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, sebagaimana pernyataan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk dalam pembicaraan pada Senin.

Sementara itu, di daerah-daerah yang bebas konflik, pemanasan global memperparah kekeringan dan banjir serta membawa dampak buruk terhadap kesehatan dan mata pencarian, kata Turk.

"Salah satu hal yang disayangkan dari perang adalah bahwa ini selalu tentang manajemen krisis, yang tidak menyisakan banyak ruang untuk benar-benar mengatasi tantangan besar di zaman kita," katanya.

"Krisis iklim jelas merupakan salah satunya," ucap dia menambahkan.

Kedua pemimpin itu sepakat bahwa cakupan kesehatan universal harus digalakkan, dan Turk menggarisbawahi bahwa akses universal ke perawatan kesehatan adalah hak asasi manusia alih-alih isu politik.

"Hal ini harus memengaruhi keputusan anggaran yang dibuat oleh negara-negara," katanya.

Turk dan Tedros mengusulkan dilakukannya pengembangan terhadap mekanisme dialog strategis saat ini antara WHO dan kantor hak asasi manusia PBB (OHCHR).

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.