Tiongkok Sebut Hubungan Ekonomi dengan Russia Tak Terkait Perang

Selasa, 09 Apr 2024, 13:26 WIB

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan hubungan ekonomi negaranya dengan Russia tidak terkait dengan perang di Ukraina.

Dia menambahkan bahwa Tiongkok berkomitmen untuk memainkan peran konstruktif dalam mendorong gencatan senjata dan penyelesaian konflik melalui jalur politik.

"Hubungan Tiongkok-Russia tidak boleh diserang atau dirusak, hak serta kepentingan Tiongkok dan perusahaan Tiongkok tidak boleh dirugikan," kata Mao Ning dalam jumpa pers di Beijing pada Selasa (9/4).

Dia menegaskan hal itu untuk menanggapi pernyataan Menteri Keuangan AS Janet Yellen saat bertemu Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng di Guangzhou.

Yellen meminta perusahaan-perusahaan Tiongkok agar tidak mendukung perang Russia di Ukraina, termasuk dukungan bagi industri pertahanan Russia.

Dia memperingatkan akan adanya "konsekuensi yang signifikan" bila ada dukungan bagi perang Russia di Ukraina.

"Dapat saya katakan bahwa kerja sama antara Tiongkok dan Russia tidak boleh tunduk pada campur tangan atau pembatasan pihak asing," kata Mao Ning.

Dia menyebut Tiongkok akan terus mendorong perundingan damai dengan caranya sendiri, menjaga komunikasi dengan Russia, Ukraina, dan pihak-pihak lain, serta mewujudkan penyelesaian konflik melalui jalur politik sesegera mungkin.

Tiongkok bukanlah pihak yang menciptakan krisis Ukraina dan juga bukan salah satu pihak di dalamnya, kata Mao Ning.

"Kami tidak pernah dan tidak akan pernah mencari keuntungan dari krisis tersebut," katanya.

Dia menambahkan bahwa Tiongkok juga melakukan hubungan dagang sesuai hukum sehingga negara-negara lain tidak boleh merusak hubungan Tiongkok-Russia, apalagi menuding Tiongkok telah memicu konfrontasi blok.

Pada 23 Februari 2024, AS mengumumkan pembatasan perdagangan baru terhadap 93 entitas dari Russia, Tiongkok, Turki, Uni Emirat Arab, Kirgizstan, India, dan Korea Selatan karena dianggap mendukung perang Rusia di Ukraina.

Pembatasan itu menandai peringatan dua tahun perang Russia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 24 Februari 2022.

Sanksi terbaru itu dirancang agar Russia tidak bisa membeli perangkat keras atau peralatan militer yang diperlukan untuk melanjutkan perang melawan Ukraina.

Selain AS, Uni Eropa juga telah menyetujui paket sanksi terkait Russia, termasuk terhadap tiga perusahaan Tiongkok dan satu perusahaan yang berbasis di Hong Kong.

Pembatasan juga diumumkan oleh Inggris yang mencakup sanksi terhadap tiga perusahaan elektronik Tiongkok.

Sejak Februari 2022, pemerintah AS telah mengerahkan sejumlah instrumen ekonomi untuk mengganggu dan melemahkan ekonomi dan mesin perang Russia.

Selama dua tahun terakhir, Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri AS telah menetapkan lebih dari 4.000 entitas dan individu yang dijatuhi sanksi terkait Russia.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.