- Home
-
- Luar Negeri
-
- Spanyol: Diserbunya Kedube...
Spanyol: Diserbunya Kedubes Meksiko di Ekuador Melanggar Konvensi Wina
Senin, 08 Apr 2024, 16:46 WIBMOSKOW - Kementerian Luar Negeri Spanyol pada Minggu (7/4) menyebut penyerbuan kedutaan Meksiko di Ekuador oleh polisi setempat sebagai pelanggaran terhadap Konvensi Wina tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik.
Kemenlu Spanyol juga menyerukan perlunya rekonsiliasi antara Mexico City dan Quito.
Sebelumnya, pada Jumat malam (5/4) hingga Sabtu (6/4), polisi Ekuador menyerbu masuk ke dalam kompleks Kedubes Meksiko di Quito dengan menggunakan kendaraan bersenjata untuk menangkap Glas, yang telah lama berlindung di sana, menurut laporan sejumlah media.
Menyusul peristiwa itu, Mexico City memutuskan hubungan diplomatik dengan Quito.
"Penerobosan secara paksa ke Kedutaan Besar Meksiko di Quito merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik tahun 1961.
Kami menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan keharmonisan antara Meksiko dan Ekuador, negara saudara Spanyol dan anggota Komunitas Ibero-Amerika," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
Glas sebelumnya menjalani hukuman lima tahun penjara karena suap dan konspirasi kriminal sebelum dibebaskan pada akhir 2022.
Namun, pada Desember 2023, ia dijatuhi hukuman enam tahun penjara lagi dalam kasus korupsi yang melibatkan perusahaan konstruksi Brazil Odebrecht, yang saat ini dikenal sebagai Novonor.
Glas berlindung di Kedubes Meksiko pada bulan yang sama, sebelum surat perintah resmi penangkapannya dikeluarkan. Pada 5 April 2024, Meksiko memutuskan memberikan suaka politik kepada Glas.
Ekuador menyebut keputusan Meksiko itu ilegal dan menuntut ekstradisi sang politisi.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara, Dampak Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau.
-
Penutupan Muktamar Nahdlatul Ulama di Jombang
-
Korps Marinir Lintas Negara Asah Kemampuan Tempur di Darat Lewat Super Garuda Shield
-
RI Masuk 7 Besar Negara di Dunia yang Punya Rencana Aksi Nelayan Kecil
-
Pemkab Merauke Tunggu Laporan Lengkap Insiden Penembakan Kapal Nelayan di Perairan PNG.
-
Suku Bunga Tak Turun, Trump Siap Ambil Langkah Mengejutkan: Perdagangan Terancam Berhenti
-
DPRD DKI Soroti Desil Bansos Tak Tepat Sasaran, 94 Ribu Anak Terancam Tak Sekolah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.