Pabrik Panel Surya Berkapasitas 250 MW di India Diresmikan
Sabtu, 06 Apr 2024, 12:20 WIBPenyedia solusi energi India, Luminous Power Technologies, secara resmi telah membuka pabrik panel surya berkapasitas 250 MW di area seluas 10 hektar di Rudrapur, negara bagian Uttarakhand. Pabrik canggih tersebut dibangun di sebuah lokasi yang menawarkan potensi untuk meningkatkan produksi hingga 1 GW.
Luminous yang berbasis di Haryana mengatakan, akan memproduksi panel polikristalin, monokristalin, tipe-N dan panel kontak pasif terowongan oksida (TOPCon), baik dalam varian monofasial maupun bifasial, dengan opsi dari lima busbar hingga 16 busbar.
Dengan beroperasinya pabrik baru ini, Luminous berharap dapat memenuhi permintaan panel fotovoltaik (PV) dengan lebih baik di segmen atap perumahan dan komersial. Hal ini sejalan dengan peluncuran PM Suryodaya Yojana, skema surya atap perumahan yang diluncurkan oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi.
"Pabrik panel surya di Rudrapur merupakan langkah maju bagi Luminous untuk memainkan peran yang lebih besar dalam perjalanan India menuju Net-Zero. Investasi kami di fasilitas manufaktur baru ini menggarisbawahi dedikasi kami yang tak tergoyahkan untuk mendorong praktik-praktik berkelanjutan dan mengurangi jejak karbon," kata CEO Luminous Power Technologies, Preeti Bajaj.
"Tenaga surya akan menjadi bagian penting dari bisnis kami, dan kami melihatnya sebagai pendorong pertumbuhan yang besar karena kami bertujuan untuk menggandakan pertumbuhan kami dalam tiga tahun ke depan," tambahnya, dikutip dari Renewables Now, Senin (1/4).
Luminous Power Technologies mengatakan bahwa pabrik barunya telah diresmikan dalam waktu sembilan bulan dan dilengkapi dengan teknologi manufaktur modul terbaru dan pengujian EL di lantai produksi. Situs ini juga akan menjadi tuan rumah laboratorium evaluasi efisiensi dan keandalan kinerja modul PV yang canggih.
Pabrik baru perusahaan ini akan menjadi tempat bagi laboratorium evaluasi efisiensi dan keandalan kinerja modul PV. Dalam hal ini, Luminous mengatakan bahwa mereka akan bermitra dengan Universitas New South Wales, Australia untuk fokus pada kenadalan, rekayasa nilai, dan kualifikasi komponen. Perusahaan ini bekerja sama dengan universitas tersebut untuk mengevaluasi produksi teknologi panel surya yang lebih baru dan daur ulang panel.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Kuartal I 2026, Laba Bersih BTN Melesat 22,6% YoY
-
Western Australia Jadi Destinasi Ideal untuk Recharge Energi di Bulan Mei
-
Menteri HAM Natalius Pigai Desak Pelaku Penembakan 15 Warga di Papua Menyerahkan Diri
-
Pertumbuhan Energi Surya Mendorong Energi Terbarukan Global untuk Lampaui Energi Batubara pada Tahun 2025
-
Kepala BGN: Relawan Makan Bergizi Gratis Tidak Dibatasi Usia
-
PVMBG: Waspada Peningkatan Aktivitas Gunung Slamet
-
Chelsea Melaju ke Final Piala FA Setelah Tundukan Leeds United 1-0
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.