Israel Sepakat untuk Membuka Rute Tambahan Penyaluran Bantuan Kemanusiaan

Sabtu, 06 Apr 2024, 00:20 WIB

Washington - Israel sepakat membuka rute tambahan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Gaza, menurut Gedung Putih pada Kamis, hanya beberapa jam setelah Presiden Joe Biden memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membuat perubahan besar.

Israel belum mengkonfirmasi secara resmi bahwa mereka setuju untuk mengambil tindakan tersebut, namun Gedung Putih mengatakan mereka akan menggunakan pelabuhan di kota Ashdod Israel untuk pengiriman bantuan langsung ke Gaza.

Selain itu penyeberangan Erez juga akan dibuka di sepanjang perbatasan utara Gaza dan " secara signifikan meningkatkan pengiriman dari Yordania langsung ke Gaza."

Tindakan tersebut "harus segera dilaksanakan dengan benar dan cepat," ujar Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Adrienne Watson.

"Seperti yang dikatakan Presiden hari ini melalui sambungan telepon, kebijakan AS sehubungan dengan Gaza akan ditentukan oleh penilaian kami terhadap aksi cepat Israel terhadap hal ini dan langkah-langkah lainnya, termasuk langkah-langkah untuk melindungi warga sipil yang tidak bersalah dan keselamatan pekerja bantuan," kata Watson dalam sebuah pernyataan.

"Kami siap bekerja sama penuh dengan pemerintah Israel, Yordania dan Mesir, PBB, dan organisasi kemanusiaan, untuk memastikan langkah penting ini dilaksanakan dan menghasilkan peningkatan signifikan dalam bantuan kemanusiaan yang menjangkau warga sipil yang sangat membutuhkan di seluruh Gaza selama beberapa hari dan minggu mendatang," tambahnya.

Sebelum adanya pengumuman Gedung Putih, hanya perbatasan Karem Shalom dan Rafah yang dibuka untuk pengiriman bantuan. Keduanya berada di Gaza selatan, dan aliran bantuan internasional masih belum cukup untuk mengatasi bencana kemanusiaan di wilayah pesisir tersebut akibat pembatasan yang dilakukan Israel.

Pada Kamis pagi Biden berbicara kepada Netanyahu, dan memperingatkan bahwa dukungan AS di masa depan atas perang Israel di Gaza tergantung pada penerapan perubahan besar-besaran oleh Tel Aviv menyusul pembunuhan yang "tidak dapat diterima" terhadap tujuh pekerja bantuan kemanusiaan di Gaza.

Pernyataan itu muncul setelah Israel melancarkan serangan pada Senin terhadap konvoi kemanusiaan di Gaza tengah yang menewaskan tujuh pekerja bantuan yang bekerja untuk World Central Kitchen (WCK) yang menurut pendirinya Chef Jose Andres sebagai "serangan langsung atas kendaraan yang ditandai dengan jelas yang pergerakannya diketahui" oleh tentara Israel.

Gedung Putih mengatakan Biden "menyatakan dengan jelas perlunya Israel mengumumkan dan menerapkan serangkaian langkah spesifik, konkrit, dan terukur untuk mengatasi kerugian sipil, penderitaan kemanusiaan, dan keselamatan pekerja bantuan."

"Dia dengan tegas mengatakan bahwa kebijakan AS terkait Gaza akan ditentukan oleh penilaian kami terhadap tindakan segera Israel dalam langkah-langkah ini," katanya.

Gedung Putih kemudian menolak untuk merinci langkah-langkah apa yang sedang dipertimbangkan oleh sang presiden. Namun disebutkan, AS mengharapkan Israel mengambil langkah-langkah "dalam beberapa jam dan hari mendatang," termasuk mengizinkan "peningkatan bantuan kemanusiaan secara dramatis" ke Gaza dan membuka penyeberangan perbatasan tambahan untuk pengiriman bantuan.

Masih harus dilihat apakah perjanjian tersebut benar-benar akan menghasilkan peningkatan volume bantuan yang masuk ke Gaza.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.