Ini Alasannya Kenapa BNN Tingkatkan Pengawasan Peredaran Narkoba di Pulau Sumatra

Sabtu, 06 Apr 2024, 00:33 WIB

Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) meningkatkan pengawasan peredaran narkoba di Pulau Sumatra, seiring dengan penyebaran narkoba di Indonesia yang kebanyakan berawal dari pulau tersebut.

Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom mengatakan tak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan permasalahan narkoba berasal dari Sumatra karena pulau tersebut merupakan daerah transit dan berbatasan dengan negara lain.

"Jadi, kami akan bikin pagar intelijen, pagar pencegahan, penegakan hukum, dan rehabilitasi di situ," ujar Marthinus saat ditemui usai acara Perayaan Paskah BNN RI di Jakarta, Jumat.

Ket. Foto: Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom saat ditemui usai acara Perayaan Paskah BNN RI di Jakarta, Jumat (5/4/2024). — Sumber: ANTARA/Agatha Olivia Victoria

Karena merupakan wilayah transit dan berbatasan dengan negara lain, dia mengkhawatirkan masuknya narkoba ke Indonesia di berbagai daerah perbatasan, terutama dari Myanmar, yang saat ini merupakan produsen sabu-sabu terbesar dunia.

Untuk itu, Marthinus telah berkunjung ke Medan pada beberapa hari lalu guna menindaklanjuti hasil rapat terbatas (ratas) tahun lalu. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat itu meminta adanya terobosan dalam pemberantasan dan penanganan narkoba.

Tindak lanjut tersebut, kata dia, melalui rapat bersama jajaran, pemangku kepentingan yang ada di wilayah komando daerah militer (kodam) dan kepolisian daerah (polda) di Kota Medan maupun Provinsi Sumatera Utara, serta BNN provinsi.

Setelah rapat itu, Marthinus mengungkapkan bahwa pihaknya kembali ke Jakarta untuk melakukan pertemuan dengan seluruh jajaran BNN RI guna menyatukan persepsi tentang penanganan narkoba.

"Saya pikir kalau kami siap, kami akan operasi sepanjang tahun," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memimpin ratas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/9/2023), untuk mencari langkah terobosan mengenai pemberantasan dan penanganan narkoba di Tanah Air.

Presiden mencermati sejumlah persoalan terkait dengan narkoba, antara lain, catatan BNN mengenai kasus penyalahgunaan narkoba yang sudah menyentuh 1,95 persen masyarakat atau 3,6 juta jiwa. Hal itu turut mengakibatkan berlebihnya jumlah penghuni di lembaga pemasyarakatan.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menekankan perlunya dimulai penegakan hukum yang tegas sehingga memberikan efek jera.

Kepala Negara juga mengetahui banyak oknum aparat penegak hukum yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan meminta oknum aparat terlibat tersebut diberi tindakan hukum yang tegas pula.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.