Lebanon Bersikeras Minta PBB Perpanjang Pasukan UNIFIL

Selasa, 08 Sep 2026, 15:33 WIB

ISTANBUL - Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Senin (7/9) menyatakan Beirut mendukung perpanjangan mandat pasukan sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), namun tetap menyambut inisiatif Prancis-Italia untuk menjaga kehadiran internasional setelah misi tersebut berakhir.

"Lebanon mendukung perpanjangan pasukan internasional di wilayah selatan, dan kami bekerja sama dengan Presiden (Prancis Emmanuel) Macron untuk memfasilitasi perpanjangan tersebut," kata Aoun dalam pertemuan dengan Menteri Kehakiman Prancis Gerald Darmanin, sebagaimana dikutip Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Anwar Amro/Getty Images

Aoun juga menyambut inisiatif Prancis-Italia untuk membentuk pasukan Eropa yang mengisi kekosongan keamanan setelah UNIFIL ditarik dari Lebanon.

Sementara itu, Darmanin memuji reformasi yang dilakukan Lebanon dan mengatakan Beirut "selalu dapat mengandalkan Prancis," menurut NNA.

Aoun mengatakan akan mengunjungi Paris pekan depan untuk bergabung bersama Macron menghadiri pembukaan pertemuan persiapan konferensi internasional guna mendukung Angkatan Bersenjata Lebanon dan Pasukan Keamanan Dalam Negeri, serta masa depan kehadiran internasional di Lebanon selatan.

Prancis dan Italia pada Juni mengumumkan inisiatif membentuk koalisi internasional bersama Uni Eropa dan PBB untuk menyusun mekanisme setelah masa tugas UNIFIL berakhir guna mencegah kekosongan keamanan di Lebanon selatan.

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan Roma dapat menyumbangkan pasukan untuk misi internasional setelah UNIFIL, tetapi menegaskan pengerahan pasukan harus berdasarkan kesepakatan multilateral.

Secara terpisah, Uni Eropa berencana membentuk misi untuk memberikan nasihat dan pelatihan kepada pasukan Lebanon, termasuk dalam keamanan perbatasan dan maritim.

Sementara itu, Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut inisiatif tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan UNIFIL, melainkan memperkuat kemampuan Lebanon dalam menjaga keamanannya sendiri.

UNIFIL telah beroperasi di Lebanon selatan sejak 1978. Mandat pasukan tersebut dijadwalkan berakhir pada akhir 2026, sehingga pembahasan mengenai pengaturan keamanan setelah UNIFIL semakin intensif.

Lebanon berulang kali menyatakan lebih memilih mandat UNIFIL diperpanjang, tetapi terbuka terhadap kehadiran internasional alternatif jika perpanjangan mandat tidak dapat dilakukan. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.