KDEI Taipei Koordinasi dengan Otoritas Taiwan untuk Memantau WNI Pasca Gempa

Kamis, 04 Apr 2024, 00:21 WIB

Jakarta - Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei terus berkoordinasi dengan otoritas Taiwan untuk memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) pasca gempa bumi yang melanda wilayah tersebut pada Rabu pagi.

"Pihak otoritas Taiwan menyampaikan akan segera menghubungi KDEI kalau ada korban yang teridentifikasi WNI," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha dalam silaturahmi dan buka bersama dengan wartawan di Jakarta, Rabu.

Ket. Foto: Sebuah bangunan tempat tinggal di Hualien terlihat miring setelah gempa kuat melanda Taiwan. — Sumber: Antara/Xinhua

Berdasarkan informasi yang diperoleh per Rabu pukul 17.00 waktu Taiwan, otoritas setempat mencatat sembilan korban tewas dan 821 orang luka-luka akibat gempa bermagnitudo 7,2 yang juga dirasakan getarannya di Okinawa, Jepang, hingga memicu peringatan tsunami.

Di antara korban tewas, tujuh korban merupakan warga Taiwan sementara dua korban lainnya warga negara asing-tetapi belum diketahui kewarganegaraannya.

"Segera setelah terjadinya gempa, KBRI Tokyo dan KDEI Taipei berkoordinasi dengan otoritas setempat dan menghubungi simpul-simpul masyarakat Indonesia di wilayah terdampak. Hingga saat ini tidak terdapat informasi adanya WNI yang menjadi korban gempa atau tsunami," kata Judha.

Peringatan tsunami pun telah dicabut oleh Pemerintah Jepang.

Judha memastikan bahwa KDEI Taipei dan KBRI Tokyo akan terus memantau situasi terkait dampak gempa terhadap masyarakat Indonesia, termasuk menyampaikan imbauan agar mereka berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.

Berdasarkan data otoritas keimigrasian Taiwan, jumlah WNI di Hualien, Taiwan sebanyak 3.343 orang yang mayoritas adalah pekerja migran. Total WNI di Taiwan tercatat sebanyak 284.751 orang.

Sedangkan data lapor diri KBRI Tokyo mencatat terdapat 1.854 WNI berada di Okinawa, yang sebagian besar berprofesi sebagai anak buah kapal, peserta magang, serta pekerja migran yang memiliki keahlian khusus (specified skilled workers/SSW).

KBRI Tokyo telah menyiapkan nomor kontak hotline bagi WNI yang menghadapi keadaan darurat yakni +818035068612 dan +818049407419, sedangkan nomor hotline KDEI Taipei yang dapat dihubungi melalui WhatsApp adalah +88690132000 dan +886987587000.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Cegah Karhutla Makin Meluas, Tahura Dishut Kalsel Bentuk 18 Masyarakat Peduli Api

Cegah Karhutla Makin Meluas, Balikpapan Resmi Larang Warga Bakar Sampah

Api dan Asap Karhutla Mengancam Kaltara, Puluhan Personel Polda Diterjunkan

Karhutla Kalbar Makin Membara, TNI AU Kerahkan Pesawat CASA untuk Modifikasi Cuaca

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, 12.880 Personel Turun Tangan

Ancaman Karhutla Makin Serius, Tujuh Kabupaten/Kota di Kalsel Masuk Status Siaga Darurat

Cegah Dampak Karhutla Makin Parah, Anggota DPR RI Serukan Penguatan Mitigasi Kebakaran

Bikin Cemas! Kabut Asap Pekat Ganggu Penerbangan, Pesawat ke Bandara Muara Teweh Kembali Dibatalkan

Publik Dibuat Heboh, Artis Ruben Onsu Jadi Tersangka Penggelapan Investasi Rp3,5 Miliar

Pertunjukan Seni kolosal "Hikayat Srikandi Nusantara" dalam Pagelaran Sabang Merauke

Menggunakan Rorak untuk Mengurangi Risiko Banjir

Mewaspadai Potensi Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Perairan Malut

Mematangkan Persiapan Festival Budaya Irau Malinau 2026

Prestasi Agen BRI Life Bersinar di TADEA 2026, Raih Enam Penghargaan

FIBA 3x3 Beijing Challenger 2026 Manghadirkan Tim Unggulan Dunia

Desound Showroom Melawai Hadirkan Pengalaman Audio dalam Konsep Lima Lantai

Akses Patimban Dipercepat, GT Cipeundeuy Jadi Andalan Baru Distribusi Logistik

Restrukturisasi PT PP Disiapkan, Babak Baru Konsolidasi BUMN Dimulai

Dari Semangka Berpaling ke Cabai, Petani Tanah Bumbu Cari Harga yang Lebih Bersahabat

Kemnaker Perkuat Pemandu Gunung NTB, Pariwisata Bersiap Tancap Gas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.