Kepala BKKBN: Data Stunting Terbaru Masih Menunggu Sinkronisasi
Rabu, 03 Apr 2024, 00:23 WIBJakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menyebut bahwa data stunting terbaru masih menunggu sinkronisasi antara penghitungan di posyandu dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI).
"Sekarang data stunting masih belum sinkron, antara yang dikumpulkan oleh posyandu dengan data dari SKI, kalau yang dikumpulkan di posyandu, menyatakan bahwa stuntingnya sudah rendah, tetapi yang dari SKI stunting turunnya masih di atas 20 persen," kata Hasto saat ditemui di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan BKKBN bersama seluruh posyandu di daerah terus berkoordinasi untuk memaksimalkan penimbangan agar dapat segera terselesaikan.
"Yang dari penimbangan posyandu, di bulan April ini lebih ditingkatkan lagi, Mei nanti insya Allah sudah lebih dari 95 persen," ujar dia.
Ia menyebutkan data penimbangan di posyandu sama halnya sepertireal count, atau penghitungan secara menyeluruh, sedangkan data survei layaknyaquick countatau hitung cepat.
"Antaraquick countdanreal countitu belum dekat, jadi sabar dulu sedikit, minimal sampai bulan Mei 2024," ucapnya.
Hasto juga mengapresiasi peran tim pendamping keluarga (TPK) yang selama ini telah mendampingi keluarga berisiko stunting dan memaksimalkan peran posyandu untuk mencegah anak terlahir stunting.
"BKKBN ingin sekali di bulan yang suci dan penuh berkah ini, kita bisa bersama-sama mewujudkan pembangunan keluarga. Karena itu, kehadiran TPK yang setiap hari berhubungan dengan keluarga, menjadi ujung tombak," tuturnya.
Ia juga berkomitmen akan mengusulkan penambahan honor bagi TPK di DKI Jakarta, yang dinilai telah bekerja keras dalam membantu percepatan penurunan stunting.
"DKI ini lebih tinggi dari provinsi lain (anggarannya), jadi uangnya cukup, APBD-nya besar, saya berharap TPK, kader lebih baik, kalau di luar DKI paling Rp300 ribu, kalau DKI, saya berharap bisa Rp500 ribu atau lebih," kata Hasto Wardoyo.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bantah Isu Ambruk, Menkeu Purbaya Siap Gebrak Konferensi Pers APBN KiTa Rabu Depan
-
Harga Emas Antam Naik Rp30.000 Jadi Rp2,803 Juta/Gr pada Senin Ini
-
Kemenperin Tegaskan Manufaktur Indonesia Tak Alami Deindustrialisasi
-
Akhir Penantian Jepang: Kapal Tanker Pertama Sukses Tembus Selat Hormuz
-
Polandia Enggan Percepat Penerimaan Ukraina sebagai Anggota UE
-
Moussa Sidibe Menggila, Cetak 9 Gol dalam 10 Laga, Ini Rahasia Ketajaman Bintang Bhayangkara FC
-
Mempercepat Penurunan Prevalensi Stunting di Singkawang Lewat Berbagai Program
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.