Bedah Ekonomi Digital, IDSF Sampaikan 3 Rekomendasi untuk Akselerasi Pengembangannya

Jumat, 29 Mar 2024, 14:16 WIB

JAKARTA- Ekonomi digital di Indonesia tumbuh progresif dalam 5 tahun terakhir dan masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang ke depannya.

Hal itu disampaikan Indonesia Digital Forum Society (IDSF) dalam webinar series: Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital di Indonesia yang diikuti para pelaku ekonomi digital nasional. Webinar itu menghadirkan dua pembicara yakni Founder IDSF, Muhammad Awaluddin dan Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi.

Ket. Foto: Founder Indonesia Digital Forum Society (IDSF), Muhammad Awaluddin. — Sumber: Istimewa.

Awaluddin menyampaikan pelaku ekonomi digital di Indonesia terbagi dalam tiga bagian. Layer pertama adalah industri ICT (Information and Communication Technology) yang meliputi penyedia hardware, software perangkat telekomunikasi dan layanan IT.

"Lalu layer kedua adalah industri yang memanfaatkan teknologi digital seperti media sosial dan penyedia layanan internet. Kemudian, layer ketiga adalah kegiatan ekonomi yang didukung teknologi digital seperti e-commerce," katanya dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Selama 5 tahun terakhir, para pelaku mampu terus tumbuh dan membawa Indonesia sebagai salah satu negara terdepan di sektor ekonomi digital dunia. Salah satu indikatornya adalah Indonesia berada di peringkat 2 negara di dunia dengan jumlah startup terbanyak, berdasarkan data dari Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital 2030.

Awaluddin menuturkan bergeliatnya ekonomi digital di Indonesia ini berkat peran pemerintah melalui pembangunan infrastruktur digital, kebijakan digital dan edukasi digital. Sektor swasta juga berkontribusi melalui pembangunan ekosistem digital, pembentukan tenaga kerja ahli, serta edukasi kepada pelanggan.

"Bergairahnya ekonomi digital di Indonesia juga menjangkau sektor-sektor utama yakni sektor keuangan, sektor pariwisata & industri kreatif, sektor perdagangan, sektor perindustrian dan sektor pendidikan. Sektor-sektor utama itu saat ini sudah menggunakan teknologi digital dalam lini operasional dan pelayanan," jelas Awaluddin.

Sejumlah indikator menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar di dunia. Namun demikian, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Awaluddin mengungkapkan tantangan bagi ekonomi digital di Indonesia adalah infrastruktur digital yang belum optimal.

"Infrastruktur digital belum optimal, seperti masih rendahnya kecepatan broadband. Pertumbuhan pusat data dan ekosistem juga masih tertahan. Lalu, konten dan aplikasi lokal masih minim," katanya.

Tantangan lainnya adalah terbatasnya ketersediaan SDM di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sejalan dengan ini, IDSF menilai pengembangan ekonomi digital dilakukan dengan enam pilar utama, yaitu: Infrastruktur; Sumber Daya Manusia; Iklim Bisnis dan Keamanan Siber; Penelitian, Inovasi, dan Pengembangan Usaha; Pendanaan dan Investasi; serta Kebijakan dan Regulasi.

Di dalam webseries ini, Awaluddin juga memaparkan kerangka kerja (framework) yang disusun IDSF berdasarkan tantangan yang ada, sebagai masukan untuk menjalankan transformasi ekonomi digital di Indonesia. Framework ini diawali adanya Kepemimpinan Digital (Digital Leadership).

"Digital Leadership merupakan domain dari pemerintah dan juga publik. Melalui Digital Leadership akan ada visi & misi pengembangan ekonomi digital, kebijakan regulasi, dan pendanaan oleh pemerintah maupun swasta," jelas Awaluddin.

Kemudian, Digital Leadership tersebut akan mengarahkan Sumber Daya Digital (Digital Resources) di sisi hulu, dan hilirisasi Layanan Digital (Digital Services).

Sejalan dengan framework tersebut, Muhammad Awaluddin memaparkan IDSF menyampaikan 3 rekomendasi yang dapat dijalankan agar pertumbuhan ekonomi digital dapat diakselerasi dan berkelanjutan. rekomendasi Pertama, agar Indonesia konsisten dalam arah kebijakan dan strategi pengembangan infrastruktur digital untuk Visi Indonesia Digital 2045.

"Fokus pada pengembangan strategi digital dengan beberapa arah utama, termasuk peningkatan konektivitas internet, digitalisasi sektor ekonomi tradisional, peningkatan literasi digital dan investasi dalam inovasi teknologi," ujar Awaluddin.

Kemudian, rekomendasi kedua adalah percepatan penerapan arah Industry 4.0 melibatkan integrasi teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasaran buatan (AI), big data dan robotika untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di sektor industri.

"Rekomendasi terakhir adalah membentuk talenta digital juara dengan mempertimbangkan antara lain aksesibilitas pendidikan digital, kolaborasi industri dan pendidikan serta menumbuhkan kesadaran dan minat digital," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

Berita Terbaru

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.