Ini yang Dilakukan Penjabat Gubernur Kaltim untuk Mengendalikan Inflasi

Kamis, 28 Mar 2024, 00:07 WIB

Samarinda - Penjabat Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik menguatkan sinergi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan guna mengatasi inflasi dan ketahanan pangan.

"Upaya pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial, tapi harus melibatkan semua tingkatan pemerintahan dan sektor terkait," tutur Akmal Malik di Samarinda, Rabu.

Ket. Foto: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat diwawancara awak media di Samarinda, Rabu. — Sumber: ANTARA/Ahmad Rifandi

Sinergi itu, menurutnya, diperlukan karena persoalan ketersediaan pangan, harga, dan regulasi-nya tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak, seperti pemerintah pusat, pemerintah provinsi, atau pemerintah kabupaten saja.

"Kita membutuhkan kerja sama erat antara Bulog, distributor, dan agen-agen yang bertanggung jawab dalam distribusi kebutuhan pangan," kata Akmal Malik.

Ia mengatakan Kaltim telah mengambil langkah-langkah inovatif untuk mengatasi inflasi, berupa sistem peringatan dini sebagai pendeteksi tren harga sembilan bahan pokok.

"Jika dalam dua minggu terjadi tren kenaikan harga, kami segera mengambil tindakan untuk mengintervensi pasar," ujarnya.

Pj Gubernur juga menyatakan pembukaan toko penyeimbang harga di Pasar Segiri Samarinda juga menjadi salah satu terobosan menjaga stabilitas harga pangan.

"Itu adalah langkah yang kami banggakan. Kami juga segera menyiapkan toko penyeimbang di Kabupaten Berau dan Penajam Paser Utara," tuturnya.

Akmal Malik mengharapkan inflasi di Kaltim dapat dikendalikan dan pasokan pangan tetap terjaga, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atas kenaikan harga yang tidak terduga.

Sementara, Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas'ud menyampaikan harapan terhadap Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama pemerintah provinsi dan seluruh pemangku kepentingan di Kaltim.

"Kami optimistis gerakan itu dapat menyeimbangkan harga pangan dan memastikan ketersediaan stok, khususnya beras, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat," kata legislator yang akrab disapa Hamas.

Langkah kolaboratif itu, lanjutnya, membantu memastikan harga beras dan pangan lain terjangkau bagi masyarakat.

"Ketersediaan dan harga yang terjangkau adalah kunci. Tapi, kita juga harus memikirkan kelanjutan pasokan agar tidak terjadi masalah di kemudian hari," ujar Hamas.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.