BNPB: Alih Fungsi Hutan Perparah Longsor di Bandung Barat
Kamis, 28 Mar 2024, 14:05 WIBJAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan alih fungsi hutan semakin memperparah dampak bencana tanah longsor di Cipongkor dan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat telah mengakibatkan ratusan unit rumah rusak dan empat warga meninggal.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis (28/3), mengatakan berdasarkan citra satelit dan visualisasi pesawat tanpa awak (drone) terlihat beberapa area hutan di bagian atas perbukitan Cibenda, Cipongkor telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian dan persawahan.
Selanjutnya, vegetasi hutan rimbun yang ada pada sisi Barat Daya dan Timur Laut perbukitan Cibenda juga tampak telah ditanami tanaman hortikultura.
"Sehingga karena perubahan itu mengakibatkan hilangnya vegetasi yang berperan penting dalam menjaga stabilitas tanah. Saat dilanda hujan tanah menjadi longsor dan menimbun pemukiman penduduk yang tepat di bawah bukit," ujarnya.
Abdul menekankan bahwa alih fungsi hutan untuk lahan pertanian bukan berarti dilarang sepenuhnya, tapi harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan disertai rekayasa teknis untuk mencegah terjadinya bencana.
Sementara, dari analisa yang dilakukan BNPB diketahui persawahan di kawasan terdampak longsor itu menerapkan sistem terasering tradisional untuk mencegah erosi atau pengikisan tanah.
Hal demikian sebagaimana umumnya lahan persawahan di kawasan perbukitan yang dapat ditemukan di wilayah Indonesia lainnya.
"Maka dalam rencana jangka panjang kami merekomendasikan supaya masyarakat direlokasi ke tempat yang lebih aman, atau harus ada rekayasa engineering secara alami atau buatan sehingga melindungi ketika terjadi intensitas hujan tinggi," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data laporan Pusdalops BNPB diketahui bencana longsor telah merusak sebanyak 30 unit rumah penduduk di Desa Cibenda, 28 unit di antaranya mengalami rusak berat nyaris rata dengan tanah. Termasuk juga merusak dua unit tempat Ibadah dan dua unit sarana pendidikan.
Kemudian, untuk lokasi bencana di Rongga, sebanyak 71 unit rumah rusak berat, enam rusak sedang dan 142 unit rusak ringan, lalu ada 45 unit rumah lainnya yang terancam bencana susulan dan masih dalam pantauan tim tanggap darurat Bandung Barat.
Setidaknya hingga Kamis pagi jumlah korban yang dihimpun ada sebanyak 1.610 orang warga mengungsi ke tempat pengungsian yang disiapkan, masing-masing 527 orang jiwa warga di Cipongkor, dan 1.083 jiwa warga di Rongga.
Sebanyak 10 orang warga dinyatakan hilang dalam pencarian, dan empat di antaranya ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor yang berkedalaman hingga 30 meter oleh tim SAR gabungan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Final Four Proliga 2026: Jakarta Electric PLN Rebut Tiket Terakhir setelah Taklukkan Jakarta Livin Mandiri
-
Reboot Film "Buffy the Vampire Slayer" Dibatalkan, Penggemar Kecewa
-
Akhiri Ketergantungan Impor, Swasembada Garam Dikejar 2027
-
Eliano Reijnders: Persib Bertekad Kalahkan Borneo FC untuk Perlebar Jarak Klasemen
-
Terminal Simpang Nangka Rejang Lebong Tambah Armada Hadapi Mudik
-
Tembus Pasar Inggris, UMKM Kantongi Potensi Rp10,76 Miliar
-
Inggris Lobi Arab Saudi Amankan Pasokan Minyak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.