Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ida Ajak Generasi Muda Jadi Bagian Ekosistem Ketenagakerjaan

📅 Rabu, 27 Mar 2024, 06:40 WIB | Oleh:
Ida Ajak Generasi Muda Jadi Bagian Ekosistem Ketenagakerjaan Doc: Koran Jakarta/M Fachri
Ket. Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (26/3).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyebut keberadaan Pusat Pasar Kerja sebagai jawaban persoalanlink and matchdan ekosistem digital ketenagakerjaan serta mengajak generasi muda termasuk generasi milenial dan Z menjadi bagian dari ekosistem itu.

Dalam keterangan di Jakarta, Minggu (24/3), Menaker mengatakan isulink and matchatau kecocokan kompetensi dan kebutuhan industri serta ekosistem digital ketenagakerjaan merupakan keharusan menghadapi era revolusi digital 4.0.

"Pemerintah melalui Pusat Pasar Kerja ini, pemerintah ingin menjadi mak comblang. Kami benar-benar ingin menjadi mak comblang. Kadang jodoh itu butuh pihak ketiga," kata Menaker Ida pada acara Talent Talks di Jakarta, Minggu.

Dalam acara yang mengusung tema Iman in Charge dan dihadiri oleh peserta mencapai 600 orang itu, Menaker mengaku prihatin setiap ada kabar mengenai pencari kerja menjadi korban penipuan pihak-pihak tidak bertanggung jawab melalui portal berkedok lowongan pekerjaan. Biasanya, korban dijanjikan akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar.

"Kita tidak ingin seperti itu. Maka pemerintah memiliki kewajiban memfasilitasi menjadi mak comblang antara pemberi kerja dan pencari kerja," jelas dia.

Untuk itu, dia mengajak para peserta Talent Talks yang didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z ini untuk menjadi bagian dari ekosistem ketenagakerjaan yang dibangun Kemnaker.
Untuk menjadi bagian dari ekosistem ketenagakerjaan tidaklah sulit. Cukup masuk ke situs kemnaker.go.id, kemudian masuk ke SIAPkerja. Ekosistem SIAPkerja menyediakan beberapa layanan yang bisa dipilih yaitu Karirhub, Skillhub, Sertihub, Bizhub, dan Talenthub.
Menaker mengajak para peserta yang ingin mencari pekerjaan untuk masuk Karirhub, yang ingin mendapatkan kompetensi dapat mencoba Skillhub, bagi yang ingin menjadi wirausahawan dapat memanfaatkan berbagai program di Kemnaker diwadahi dalam Bizhub.
"Teman-teman bisa mempunyai kesempatan untuk menjadi pelaku usaha. Jangan bayangkan pengusaha langsung menjadi seorang pengusaha besar. Memulai usaha juga dimulai dari yang kecil. Masuklah ke Bizhub. Di situ teman-teman bisa memiliki kesempatan untuk menjadi pengusaha," ucap Ida. Ant/hay/and

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.