AS-Jepang Bahas Peningkatan Kerja Sama Militer

Senin, 25 Mar 2024, 13:27 WIB

TOKYO - Jepang dan Amerika Serikat sedang mendiskusikan cara-cara untuk meningkatkan kerja sama militer, kata juru bicara pemerintah Tokyo pada hari Senin (25/3), setelah laporan mengatakan operasi Amerika di negara tersebut dapat diperkuat untuk melawan Tiongkok.

Media Jepang dan Financial Times, mengutip sumber-sumber diplomatik, mengatakan peninjauan pakta keamanan sekutu akan diumumkan pada pertemuan puncak AS-Jepang bulan depan di Washington.

Ket. Foto: Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi (kedua dari kiri) berbicara dalam konferensi pers dengan Menteri Pertahanan Yasukazu Hamada (kiri), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (kedua dari kanan) dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin di Departemen Luar Negeri di Washington pada hari Rabu. — Sumber: Japan Times/Bloomberg

Laporan-laporan tersebut mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah untuk melawan perluasan pengaruh militer dan politik Tiongkok di kawasan Asia-Pasifik.

"Jepang dan Amerika Serikat telah mendiskusikan cara-cara untuk memperkuat kerja sama dalam komando dan kendali guna meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan," kata juru bicara pemerintah Yoshimasa Hayashi kepada wartawan.

"Pemahaman saya, belum ada yang diputuskan mengenai struktur pihak Amerika, termasuk penguatan fungsi Pasukan AS di Jepang," ujarnya.

Terdapat 54.000 personel militer AS yang bermarkas di Jepang.

Jepang meningkatkan belanja pertahanan hingga mencapai standar NATO sebesar dua persen dari PDB pada tahun 2027, dan telah memperingatkan bahwa Tiongkok menimbulkan "tantangan strategis terbesar" terhadap keamanannya.

Harian Jepang Yomiuri, yang mengutip sumber-sumber AS dan Jepang, melaporkan pada hari Senin tentang potensi perubahan tersebut.

Tim gabungan permanen AS-Jepang dapat dibentuk di Jepang untuk memastikan koordinasi militer yang lebih erat, kata surat kabar tersebut. Saat ini Jepang harus berurusan dengan Komando Indo-Pasifik AS yang berbasis di Hawaii untuk berbagai keputusan.

Financial Times mengatakan bahwa "Pentagon masih belum bisa mengambil keputusan apa pun", namun baik Jepang maupun Amerika Serikat ingin meningkatkan hubungan "untuk menanggapi apa yang mereka pandang sebagai ancaman yang semakin meningkat dari Tiongkok".

Mereka juga menggambarkan rencana tersebut sebagai "peningkatan terbesar pada aliansi keamanan (AS-Jepang) sejak mereka menandatangani perjanjian pertahanan bersama pada tahun 1960."

Perdana Menteri Fumio Kishida akan bertemu Presiden AS Joe Biden dalam kunjungan kenegaraan ke Washington pada 10 April.

Kishida juga dijadwalkan mengambil bagian dalam pertemuan puncak tiga pihak pertama Jepang dengan Amerika Serikat dan Filipina pada hari berikutnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.