14 Bangunan di Jatim Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6,5
Sabtu, 23 Mar 2024, 01:21 WIBSurabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) sementara mendata sebanyak 14 bangunan rusak akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,5 yang berpusat dari 130 kilometer timur laut wilayah Tuban, dengan kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto kepada wartawan di Surabaya, Jumat malam merinci enam rumah rusak ringan di wilayah Kabupaten Gresik.
"Kemudian dua sekolah rusak ringan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, serta satu rumah rusak berat di wilayah Kabupaten Tuban," katanya.
Selain itu, di Kota Surabaya dilaporkan lima bangunan rusak akibat gempa tersebut.
Tiga di antaranya adalah bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewandi, Rumah Sakit Jiwa Menur dan Rumah Sakit Universitas Airlangga.
"Untuk korban sementara hanya dua orang. Satu korban terkena genteng yang jatuh dari atap rumah. Satu korban lagi kejatuhan tembok yang runtuh. Dua korban itu di Gresik dan Surabaya," ujar Gatot Soebroto.
Tercatat gempa terjadi sejak pukul 11.22 WIB yang disebabkan gerakan sesar aktif Pulau Jawa.
Kalaksa BPBD Jatim menjelaskan gerakannya bergeser ke arah kiri dan kanan.
"Getaran gempa yang paling kuat terjadi pada pukul 15.57 WIB, yaitu berkekuatan magnitudo 6,5. Serangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," tuturnya.
Hingga tadi malam terpantau telah terjadi sebanyak 60 kali lebih gempa susulan.
Gatot memastikan BPBD Jatim terus melakukan pendataan kerusakan, serta menyiagakan penanggulangan.
"Termasuk mendirikan tenda-tenda pengungsian bagi warga di berbagai daerah yang terdampak gempa," ucapnya.
Pantauan di RSUA Surabaya, hingga tadi malam, sebanyak 160 pasien yang menjalani perawatan masih dievakuasi di halaman rumah sakit tersebut, sebagai kewaspadaan untuk mengantisipasi terjadi gempa susulan.
Saat ini ratusan pasien tersebut telah dimasukkan kembali ke kamar perawatan.
"Kewaspadaan kami siagakan hingga ada pengumuman dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG yang menyatakan kondisi benar-benar aman," kata Kepala BPBD Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Terbongkar! 2 Truk Tangki Angkut 20.000 KL Bio Solar Ilegal di Morowali Utara, Polisi Turun Tangan
-
Jepang Emang Keren! Toilet Saja Bisa Cek Kesehatan, Bagaimana Caranya?
-
Carlos Alcaraz Juara Australian Open 2026 Usai Hancurkan Ambisi Djokovic
-
Tiongkok Bantu Australia Memburu Pria Penyiram Kopi Mendidih pada Balita Sembilan Bulan
-
Sikap China di Dewan Keamanan PBB Terkait Resolusi Selat Hormuz dan Konflik Iran 2026
-
Jadwal Event Jakarta April 2026: Lokasi Deep and Extreme Indonesia (DXI) dan Pameran IWA
-
Gizi Seimbang Sangat Penting bagi Anak. Orangtua Menjadi Kunci Pelaksanaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.