Harga Minyak Merosot Karena Penguatan Dollar dan Situasi di Gaza
Jumat, 22 Mar 2024, 08:17 WIBNEW YORK - Harga minyak merosot pada awal perdagangan Asia pada Jumat (22/3) di tengah kemungkinan gencatan senjata di Gaza, yang dapat melemahkan pasokan global, pada saat yang sama penguatan dollar AS dan melemahnya bensin mengurangi sentimen permintaan.
Minyak mentah berjangka Brent turun 18 sen menjadi $85,60 per barel. Minyak mentah berjangka AS turun 19 sen menjadi $80,88 per barel.
Pada Kamis (21/3), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan yakin pembicaraan di Qatar dapat mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza, sehingga meningkatkan prospek pasokan minyak global yang lebih banyak.
Blinken bertemu dengan para menteri luar negeri Arab dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Kairo ketika perunding di Qatar memusatkan perhatian pada gencatan senjata yang berlangsung sekitar enam minggu.
Di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, pasokan produk bensin, yang merupakan ukuran permintaan, turun di bawah 9 juta barel untuk pertama kalinya dalam tiga minggu, yang mengindikasikan kemungkinan perlambatan permintaan minyak mentah.
Bensin berjangka AS tetap tidak berubah pada $2,7227 per galon.
Sementara itu, dollar AS, yang diperdagangkan berbanding terbalik dengan harga minyak, menguat setelah penurunan suku bunga Swiss National Bank yang mengejutkan meningkatkan sentimen risiko global, membuat minyak mentah lebih mahal bagi pembeli global.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Harga Minyak Mentah Turun Karena Optimisme Perundingan Damai AS-Iran
-
Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Tewas di Perairan Balikpapan
-
Harga Minyak Mentah Naik Akibat Serangan AS-Iran, Saham Anjlok setelah Pidato Warsh
-
Cegah Jatuh Korban, Uni Eropa Serukan Pengetatan Perbatasan Usai Krisis Imigran di Ceuta
-
TPA Pakusari Jember Terbakar, Diduga Dipicu Puntung Rokok yang Belum Padam.
-
Selat Hormuz Macet Bikin Inggris di Ambang Resesi
-
Harga Minyak Dunia Anjlok, Jeda Ketegangan AS-Iran Picu Harapan Baru di Selat Hormuz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.