Evergrande Dituduh Gelembungkan Pendapatan US$78 Miliar

Rabu, 20 Mar 2024, 00:39 WIB

BEIJING - Raksasa properti Tiongkok, Evergrande, dan pendirinya, Hui Ka Yan, baru-baru ini dituduh menggelembungkan pendapatan sebesar 78 miliar dollar AS dalam dua tahun sebelum perusahaan tersebut gagal membayar utangnya.

Dikutip dari British Broadcasting Corporation (BBC), regulator pasar keuangan negara itu telah mendenda bisnis perusahaan di daratan utama, Hengda Real Estate, sebesar 583,5 juta dollar AS. Hui juga terancam dilarang seumur hidup berkiprah di pasar keuangan Tiongkok.

Ket. Foto: Warga berjalan melewati kompleks perumahan Evergrande Group bernama Istana Evergrande di Beijing, beberapa waktu lalu. Evergrande dan pendirinya, Hui Ka Yan, baru-baru ini dituduh menggelembungkan pendapatan sebesar 78 miliar dollar AS. — Sumber: PEDRO PARDO / AFP

Pengadilan Hong Kong, pada bulan Januari, memerintahkan untuk melikuidasi Evergrande. Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok atau China Securities Regulatory Commission (CSRC) menyalahkan Hui, yang pernah menjadi orang terkaya di Tiongkok, karena diduga menginstruksikan stafnya untuk "menggelembungkan" hasil tahunan Hengda pada tahun 2019 dan 2020.

Hui juga didenda sebesar 6,5 juta dollar AS, berdasarkan pengajuan perusahaan ke bursa saham Shenzhen dan Shanghai. Pada September lalu, Hui yang juga merupakan pimpinan perusahaan tersebut berada di bawah pengawasan polisi saat ia diselidiki atas dugaan kejahatan ilegal.

Pengumuman ini muncul beberapa hari setelah CSRC berjanji untuk menindak penipuan sekuritas, dan melindungi investor kecil dengan "gigi dan tanduk". Evergrande telah menjadi contoh krisis real estat di Tiongkok dengan utang lebih dari 300 miliar dollar AS.

Strategi Restrukturisasi

Likuidator telah ditunjuk untuk melihat posisi keuangan Evergrande secara keseluruhan dan mengidentifikasi potensi strategi restrukturisasi. Hal ini dapat mencakup penyitaan dan penjualan aset, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk membayar utang.

Namun, pemerintah Tiongkok mungkin enggan melihat penghentian pembangunan properti di Tiongkok karena banyak calon pemilik rumah yang menunggu rumah yang telah mereka bayar.

Permasalahan di pasar properti Tiongkok mempunyai dampak besar karena sektor ini menyumbang sekitar sepertiga dari perekonomian terbesar kedua di dunia.

Industri ini telah menghadapi tekanan keuangan yang besar sejak tahun 2021, ketika pihak berwenang memperkenalkan langkah-langkah untuk membatasi jumlah pinjaman yang dapat dipinjam oleh pengembang real estat besar. Sejak saat itu, beberapa perusahaan properti besar mengalami gagal bayar utangnya.

Pada hari Senin (18/3), data resmi menunjukkan bahwa investasi properti di Tiongkok turun 9 persen pada bulan Januari dan Februari dibandingkan tahun lalu. Pembangunan baru yang dimulai juga turun sebesar 30 persen yang merupakan penurunan terburuk dalam lebih dari setahun.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.