Kepala BKKBN Sebut Lingkungan Berpengaruh Besar Turunkan Angka Stunting
Selasa, 19 Mar 2024, 15:42 WIBJAKARTA -Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyampaikan lingkungan yang termasuk ke dalam faktor sensitif sangat berpengaruh besar dalam menurunkan angka stunting.
"Yang sangat besar terhadap percepatan penurunan stunting itu sebenarnya lingkungan, pengaruhnya 70 persen. Lingkungan kita masih banyak yang kumuh, jambannya belum sesuai standar, dan rumah yang tidak layak huni juga masih cukup banyak," ujar Hasto dalam webinar praktik baik desa/kelurahan bebas stunting yang diikuti di Jakarta, Selasa (19/3).
Untuk ituia menekankan agar ada gerakan-gerakan dan program dari kepala desamaupun program-program khusus di tingkat daerah, yang fokus memperhatikan faktor-faktor sensitif yang memengaruhi angka stunting.
Di sisi lainHasto mengapresiasi capaian desa yang sudah memperhatikan bagaimana agar masyarakat tidak buang air besar sembarangandan kini persentasenya sudah mencapai 57 persen.
"Hari inidesa yang memperhatikan bagaimana agar tidak buang air besar sembarangan juga sudah mencapai angka 57 persen, meski targetnya (2024) 90 persen, artinya desa yang sudah melakukan gerakan setop buang air besar di sembarang tempat sudah mulai meningkat," tuturnya.
Ia juga menyebutkan pada tahun 2023persentase desa yang melaksanakan sanitasi bebas dari kekumuhan juga sudah meningkatserta perhatian terhadap konvergensi percepatan penurunan stunting sudah cukup bagus.
Dokter spesialis kandungan itu juga mengapresiasi pencapaian target daerah di dalam penanganan Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), khususnya Bina Keluarga Balita (BKB).
"Peran desa dalam penyelenggaraan BKBsudah cukup bagus. Gerakan ayo ke posyandu dan BKB harus terus kita gelorakan oleh kepala desa, pimpinan PKK, juga teman-teman pemantik pendamping keluarga," ucapnya.
Ia juga menekankan agar BKB tidak hanya terbatas pada memperhatikan tumbuh kembang anak, tetapi juga faktor lingkungan yang memengaruhinya.
"Saya berharap BKB itu tidak hanya memperhatikan balitanya, tetapi juga lingkungan yang memengaruhi tumbuh kembang balita tersebut," ujarHasto Wardoyo.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
TMMD Dorong Ekonomi dan Perkuat Peran Masyarakat Solok Selatan
-
Berburu Takjil Ramadan, Warga Padati BKT Jakarta Timur Sambil "Ngabuburit"
-
Peluncuran Pertamax Green di Solo
-
UMKM Ambil Alih Peran Strategis di Balik Program MBG
-
Cara Cek Penerima Bansos Kesra Rp900.000 Periode Oktober-Desember 2025 di Aplikasi dan Website Kemensos
-
Pemasangan 187 Titik PJU Bertenaga Surya di Sejumlah Ruas Jalan
-
Kolaborasi Swasta Dinilai Strategis dalam Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.