Picu Perubahan UU Angkatan Laut
Senin, 18 Mar 2024, 06:25 WIBTerdapat 81 awak kapal memberontak yang berangkat dengan HMS Wager menuju Brasil pada Oktober 1741. Saat mereka mendarat di Brasil pada Januari 1742, hanya tersisa 29 orang saja yang selamat.
Mereka yang masih hidup disambut dengan tangan terbuka oleh Portugis di Brasil. Yang mengejutkan, belakangan terungkap bahwa Kapten Cheap juga selamat dari kejadian tersebut.
Ketika ditinggalkan di Pulau Wager, Kapten David Cheap pikir dia sudah tamat. Namun hebatnya, ia dan beberapa awak kapal setianya segera diselamatkan oleh sekelompok masyarakat pribumi yang lewat di pulau tersebut.
Mereka dibawa ke Cile, di mana mereka menghadapi tantangan di alam liar. Suatu saat, mereka ditahan oleh Spanyol. Cheap tidak kembali ke Inggris sampai tahun 1745, bersama dua pria lain yang dibiarkan mati di pulau itu (termasuk John Byron, yang kemudian menjadi kakek penyair Lord Byron).
Banyak yang terkejut karena ada di antara mereka yang selamat. Sementara para pemberontak telah kembali ke Inggris pada 1743.
Berbeda dengan pendaratan awal mereka di Brasil, mereka tidak menerima sambutan bak pahlawan di negara asal mereka. Mereka dikritik secara luas atas pemberontakan tersebut, dan banyak dari para pemberontak khawatir bahwa mereka akan menghadapi tuntutan atas tindakan mereka.
Namun ternyata, Cheap tidak tertarik untuk memaksakan peruntungannya di pengadilan militer tempat ia dan mantan anggota krunya akan dipanggil. Lagi pula, Cheap berisiko dituduh melakukan pembunuhan karena membunuh Cozens.
Semua orang di pengadilan militer sangat ketakutan karena ancaman hukum gantung kepada yang bersalah, sehingga mereka berhati-hati untuk tidak mengatakan apa pun yang dapat merugikan kasus mereka sendiri.
Hebatnya, pada akhirnya, tidak ada seorang pun yang dihukum karena pemberontakan atau pembunuhan selama pengadilan militer. Beberapa orang percaya bahwa hal ini terjadi karena pelayaran HMS Wager tersebut sangat membawa bencana sehingga Angkatan Laut berharap untuk menyembunyikannya.
Namun ada satu perubahan signifikan yang dilakukan pada undang-undang Angkatan Laut Inggris setelah kejadian tersebut. Para pemberontak berpendapat bahwa karena gaji mereka telah dihentikan ketika HMS Wager dikuasai, mereka merasa tidak berada di bawah hukum Angkatan Laut dan tidak dapat dituduh melakukan pemberontakan.
Kata-kata dalam undang-undang mengenai pemberontakan diubah untuk diterapkan pada semua kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang rusak, hilang, atau dirampas. hay/I-1
Berita Terkait:
-
Pemkot Jayapura: MTQ Jadi Sarana Membentuk Karakter dan Akhlak Generasi Muda Islam.
-
AS Jatuhkan Sanksi terhadap Sudan atas Senjata Kimia
-
Heboh 995 Airsoft Gun di Sekolah, Polisi Ungkap Fakta Terbarunya
-
Disdamkarmat Bandung Siagakan Personel Mitigasi Kebakaran saat Kemarau
-
Tiongkok-Indonesia Jalin Kerja Sama AI dan Maritim, Teknologi Jadi Senjata Baru!
-
Pecinta Hewan Peliharaan Apresiasi Hadirnya Event Bekasi Pet Expo 2026
-
Pemkab Padang Pariaman Matangkan Persiapan Wisata Olahraga Barefoot Running
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.