Nelayan Diingatkan agar Tidak Melaut
Sabtu, 16 Mar 2024, 00:07 WIBSitubondo - Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Situbondo, Jawa Timur, menyambangi dan sekaligus memberikan imbauan kepada para nelayan mengenai informasi peringatan dini (early warning) dari BMKG terkait cuaca ekstrem yang berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (13/3) merilis prakiraan cuaca yang potensi hujan lebat, gelombang tinggi dan kecepatan angin yang mencapai 25-30 knot di perairan laut wilayah Jawa Timur.
"Menindaklanjuti peringatan dini cuaca ekstrem gelombang tinggi dan angin, kami selain melaksanakan patroli juga mengimbau kepada masyarakat nelayan agar untuk sementara tidak melaut karena cuaca buruk," kata Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Kepolisian Resor Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa di Situbondo, Jatim, Jumat.
Ia mengatakan, petugas Satpolairud mendatangi satu persatu nelayan yang sedang memperbaiki alat tangkap ikan (jaring ikan) di tepi pantai karena mereka memang sudah sejak beberapa hari terakhir tidak berani bekerja mencari ikan di laut akibat cuaca buruk.
"Kami sembari patroli sambang nelayandoor to doormengimbau untuk tidak melaut dan waspada terhadap potensi bahaya gelombang tinggi di laut," kata Gede.
Menurut Gede, kondisi cuaca saat ini sangat ekstrem, hujan deras disertai dengan angin kencang sangat berpotensi membahayakan bagi masyarakat yang beraktivitas di pantai maupun bagi nelayan yang akan melaut.
AKP Gede Sukarmadiyasa menambahkan, hasil pantau personelnya bahwa cuaca di perairan laut Situbondo sejak seminggu terakhir cukup ekstrem, kecepatan angin di perairan mencapai 24 knot atau 44 km/jam dan gelombang laut mencapai dua meter.
Oleh karena itu, AKP Gede mengimbau nelayan dan masyarakat yang tinggal di pesisir untuk antisipasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir air pasang (rob) atau angin puting beliung serta petir.
"Bagi masyarakat yang bekerja di keramba jaring apung memberi makan ikan atau menjaga di rumah keramba kami imbau gunakan pelampung atau alat keselamatan lainnya," katanya.
Berita Terkait:
-
Etawalin Hadirkan Kemasan Limited Edition Maia Estianty dan Perluas Edukasi Kesehatan Sendi
-
Imbas Konflik Geopolitik, Afrika Selatan Atasi Krisis Dana HIV Tanpa AS
-
Batam Jadi Lokasi “Pabrik AI” Raksasa Nvidia - Firmus, Siap Tampung 170.000 Chip Akselerator AI
-
Paus Leo XIV Desak Eropa dan AS Berbuat Lebih Banyak untuk Melindungi Imigran Saat Berkunjung ke Lampedusa
-
Gen Z & Milenial Diproyeksikan Jadi Mesin Baru Penggerak Wisata Tematik
-
Jakarta IP Market 2026 Digelar Akhir Juli, Targetkan IP Lokal Tembus Pasar Global
-
Konser Akbar Digelar di Monas, 13 Kereta Api Keberangkatan Gambir Berhenti di Jatinegara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.