Kabar Terbaru, Pemkab Mojokerto Terima Bantuan Darurat Bencana dari BNPB

Rabu, 13 Mar 2024, 07:03 WIB

Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan darurat bencana di kabupaten setempat.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat Kedeputian Penanganan Darurat BNPB Agus Riyanto kepada Bupati Ikfina, saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, Selasa.

"Adapun bantuan operasional posko penanganan darurat bencana yang diterima oleh Pemkab Mojokerto yakni dana siap pakai sebesar Rp200 juta, bantuan dukungan peralatan dan logistik seperti 300 paket sembako, 300 paketHygiene kit, 300 paket biskuit protein, 300 buah makanan siap saji, 5 unit pompa Alkon, 100 unit velbed, 1008 botol sabun cair, 50 unit tenda keluarga, 2 unit tenda pengungsian, 1 unit perahu karet dengan mesin," kata Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam keterangannya di Mojokerto.

Ikfina menjelaskan penyebab terjadinya bencana banjir di Kabupaten Mojokerto yakni dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat selama lebih dari empat jam yang mengakibatkan debit air meningkat drastis di tiga sungai di wilayah Bumi Majapahit yaitu Sungai Kromong, Sungai Klorak, dan Sungai Boro yang menjadi satu di Sungai Brangkal.

"Dari meningkatnya debit air itu mengakibatkan tanggul Sungai Brangkal jebol, di Desa Wringinrejo. Selanjutnya, rusaknya jembatan Bupak yang menghubungkan dua desa yakni Desa Kebontunggul dan Desa Gondang. Jebolnya 2 titik tanggul Sungai Sadar di Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari. Sebanyak tiga titik tanggul Sungai Gembolo jebol di Desa Tunggalpager dan 2 titik tanggul sungai Gembolo jebol di Desa Jabontegal, kecamatan Pungging," ucap Bupati Ikfina.

Selain mengakibatkan tanggul sungai jebol, Bupati Ikfina juga mengatakan, bencana banjir yang terjadi juga mengakibatkan lahan sawah di enam desa yang ada di wilayah Kecamatan Mojosari terendam banjir.

Ket. Foto: Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati (kerudung) meninjau lokasi banjir di kabupaten setempat. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Mojokerto

"Total ada 263 hektare area persawahan yang terendam banjir dan beresiko gagal panen," ucapnya.

Ia menjelaskan, akibat banjir sedikitnya lebih dari 6.000 warga dari tujuh kecamatan terdampak yakni di Kecamatan Pungging, Mojosari, Bangsal, Mojoanyar, Sooko, Puri, Kutorejo.

"Akibat banjir tersebut, setidaknya 6.232 KK terdampak, selain itu upaya yang telah kami lakukan yaitu mengevakuasi warga rentan, mengevakuasi warga yang terdampak. Kami juga telah menyiapkan lokasi pengungsian, mendirikan dapur umum, mendirikan pos kesehatan. Selain itu, kami juga melakukan upaya penyedotan air, upaya penutupan tanggul jebol, dan mendistribusikan kebutuhan mendesak," ujarnya.

Bupati Ikfina juga menjelaskan, adapun kebutuhan mendesak yang disalurkan oleh Pemkab Mojokerto untuk warga yang terdampak bencana banjir, seperti bantuan nasi bungkus, selimut, obat-obatan, air minum, matras, paket sembako, air bersih, dan peralatan pembersihan rumah.

Selain itu, ia juga menjelaskan, pasca terjadinya bencana banjir di wilayah Bumi Majapahit, ada beberapa fasilitas yang perlu diperbaiki.

"Rekontruksi jembatan Bupak, Gondang. Perbaikan tanggul sungai Sadar, berikutnya perbaikan tanggul sungai Gembolo, dan perbaikan tanggul sungai Brangkal," tuturnya.

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat Kedeputian Penanganan Darurat BNPB Agus Riyanto mengatakan, penyaluran bantuan ini, bersumber dari adanya laporan kepada BNPB, sehingga dari pihak BNPB pun menindaklanjuti terkait laporan tersebut.

"Jadi nanti, Insya Allah kami bantu. Nanti provinsi juga mungkin membantu di dalam waktu dekat, jadi nanti mohon izin terima dulu," katanya.

Agus juga mengatakan, pascaterjadinya bencana, perlu mengambil tindakan untuk merubah status darurat menjadi siaga dengan memberikan kemudahan akses maupun beberapa fasilitas kepada masyarakat serta mengakomodir para relawan.

"Jadi itulah sebenarnya modal dasar kita ya. Pertolongan pertama itu ya," ujarnya.

Agus juga mengatakan, terkait isu bencana yang terjadi, hal tersebut disebabkan oleh pemanasan global yang membuat iklim tidak menentu, sehingga berdampak pada terjadinya berbagai bencana alam.

"Sekarang iklim kita sudah tidak bisa lagi ditebak, seperti pelajaran seperti dulu. Kalau bulan ini musim apa, kalau bulan-bulan berikutnya musimnya apa," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karhutla Menggila! Kalsel Bentuk Tim Khusus untuk Tangani 3 Lokasi Prioritas

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.